Berita Surabaya

PTPN XI Siapkan Lahan untuk Pembangunan Pabrik Pupuk Hayati Bioneensis

PTPN XI sebagai bagian dari anak usaha Holding Perkebunan PTPN III, sedang menyiapkan lahan di wilayah kerjanya untuk pembangunan pabrik baru.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
PTPN XI
Direktur PTPN XI, Tulus Panduwidjaja. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id, SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI sebagai bagian dari anak usaha Holding Perkebunan PTPN III, sedang menyiapkan lahan di wilayah kerjanya untuk pembangunan pabrik baru.

Pabrik baru ini merupakan pabrik yang akan dikembangkan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), yang juga anak usaha holding perkebunan, berupa pabrik pupuk hayati Bioneensis.

Direktur PTPN Xl, Tulus Panduwidjaja mengatakan, saat ini masih tahap pengurusan perizinan dan legalitas.

"Untuk pembangunan pabrik rencananya di wilayah kerja PTPN XI HGU Kencong, Kabupaten Jember dengan kapasitas produksi sebesar 1.000 ton per bulan atau 12.000 ton per tahun," kata Tulus, usai meninjau lokasi bersama Tim PT RPN, Sabtu (21/1/2023).

Saat ini, kapasitas produksi Bioneensis sudah mencapai kurang lebih 50.000 ton per tahun melalui lima pabrik Bioneensis.

Kelima pabrik tersebut, tiga ada di wilayah Sumatera Utara, dan masing-masing satu pabrik di Yogyakarta dan  Jawa Timur (Jatim).

Sedangkan permintaan bioneensis pada tahun 2023 dapat mencapai 80.000 ton.

Pasar utama Bioneensis tahun 202, yaitu PTPN dengan permintaan 64.000 ton sedangkan swasta dan retail sebesar 16.000 ton, yang menjangkau pulau Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Papua.

"Dengan potensi pasar sangat luas dan terus meningkat, maka diperlukan pembangunan pabrik Bioneensis," jelas Tulus.

Adapun, skema yang ditawarkan yaitu PTPN XI sebagai penyedia tempat dan bahan baku, berupa blotong, dan PT RPN sebagai penyedia investasi, modal kerja, operasional produksi pupuk Bioneensis, dan pemasaran.

"Skema kerja sama yang digunakan yaitu pinjam pakai aset untuk tempat dan pembelian untuk belotong dalam bentuk produk," ungkap Tulus.

Dirinya juga menyampaikan, kebutuhan biaya investasi untuk alat dan mesin serta rehabilitasi infrastruktur pabrik sebesar Rp 6,55 miliar yang berasal dari PT RPN.

Model kerjasama yang ditawarkan yaitu pinjam pakai untuk lokasi produksi dan pembelian untuk blotong.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved