Berita Surabaya

Saksi Polisi Sebut Stadion Kanjuruhan Tidak Ada Jalur Evakuasi

Stadion Kanjuruhan ternyata tidak memiliki jalur khusus untuk mengevakuasi suporter jika kondisi di dalam stadion terjadi rusuh.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
Suasana sidang lanjutan kasus tragedi Kanjuruhan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Stadion Kanjuruhan yang menjadi kandang Arema FC, ternyata tidak memiliki jalur khusus untuk mengevakuasi suporter jika kondisi di dalam stadion terjadi rusuh.

Suporter hanya diperbolehkan lalu lalang lewat pintu-pintu yang mengarah ke tribun.

Larangan ini ternyata agak diberlakukan ketika laga Arema FC VS Persebaya berakhir chaos antara Aremania dengan polisi.

Anggota Polsek Pakis, Bripka Eka Narariya saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus tragedi Kanjuruhan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengatakan, memang pintu besar Stadion Kanjuruhan tidak pernah dibuka saat ada laga.

"Saya 14 tahun sering ditugaskan menjaga keamanan saat ada pertandingan bola di Kanjuruhan. Pengetahuan saya, kalau ada laga tidak pernah pintu besar stadion dibuka," ujarnya, Kamis (19/1/2023).

Tidak adanya jalur khusus evakuasi inilah diduga menjadi salah satu pemicu 135 nyawa orang tewas dalam tragedi 1 Oktober 2021.

Tembakan gas air mata membuat semua orang panik lalu berebut keluar dari pintu-pintu tribun. Akhirnya, banyak massa yang kehabisan oksigen karena berjubel mencari jalan untuk evakuasi.

Penumpukan massa ini ,diduga dipicu karena saat itu banyak Aremania yang menyaksikan laga tersebut.

Masih belum jelas pangkal kesalahannya karena panpel menjual tiket secara jor-joran atau tidak.

Namun, pengakuan Bripka Eka, selama 14 tahun sering dilibatkan menjaga keamanan laga itu yang paling banyak didatangi Aremania.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved