Berita Tuban
Tingginya Kasus DBD di Tuban Perlu Diwaspadai, 4 Pasien Meninggal
dari jumlah kasus DBD di Tuban yang tinggi di akhir tahun tersebut, juga menelan korban jiwa yang tewas
Penulis: M. Sudarsono | Editor: irwan sy
Berita Tuban
SURYA.co.id | TUBAN - Tingginya angka kasus demam berdarah di wilayah Tuban patut menjadi perhatian bagi semua pihak.
Terhitung tutup buku 2022, angka demam berdarah mencapai 651 kasus.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2021, yang berada di bawahnya.
Anak-anak usia 6-15 juga rentan terkena penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.
"Orang dewasa juga bisa kena, anak-anak juga banyak yang terkena," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Bambang Priyo Utomo dikonfirmasi, Rabu (18/1/2023).
Ia menjelaskan dari jumlah kasus yang tinggi di akhir tahun tersebut, juga menelan korban jiwa yang tewas.
Namun untuk jumlahnya belum diketahui pasti.
Melihat fenomena angka demam berdarah yang tinggi, pihaknya mengimbau agar masyarakat menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti kamar mandi, menutup rapat tempat penampungan air seperti drum, mendaur ulang barang bekas yang sering dijadikan sarang nyamuk.
"Ada korban jiwa juga yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti. Harus menjaga lingkungan yang bersih, terlebih musim hujan juga berpengaruh. Ini agar terhindar penyakit demam berdarah," tegasnya.
Sementara itu, jika merujuk pemberitaan akhir Agustus 2022, angka korban meninggal akibat demam berdarah mencapai 4 orang.
"Ada empat orang meninggal akibat demam berdarah," imbuh Kabid pengendalian dan pemberantasan penyakit Dinas Kesehatan Tuban, Ratna Sari, Jumat (26/8/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Tuban-Bambang-Priyo-Utomo.jpg)