Berita Surabaya

Pusat Kajian Halal ITS Masuk 10 Besar Pendamping Aktif LP3H

PKH ITS mendapatkan 24 ribu kuota khusus sertifikasi halal untuk tahun 2023 berkat peringkat dari BPJPH

Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa ITS
Proses verifikasi dan validasi untuk sertifikasi halal skema self declare UMKM Roti Bonbon oleh Wakil Ketua PKH ITS, Nur Aini Rakhmawati. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pusat Kajian Halal (PKH) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN) di bawah naungan Kemendikbudristek RI yang menduduki peringkat 10 besar pendamping aktif Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) nasional.

Wakil Ketua PKH ITS, Nur Aini Rakhmawati mengatakan, peringkat tersebut diperoleh PKH ITS dengan 132 pendamping halal aktif yang memiliki persentase 2,40 persen dari total 10 besar pendamping aktif.

Dengan peringkat dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut, PKH ITS mendapatkan 24 ribu kuota khusus sertifikasi halal untuk tahun 2023.

“Dengan kuota tersebut, kami mendapatkan pendanaan dari Kementerian Agama sesuai kuota yang diberikan,” kata Aini sapaan akrabnya kepada SURYA.co.id, Senin (16/1/2023).

Peringkat tersebut didapatkan ITS berkat kerja sama dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam 18 tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Sertifikasi Halal.

Mereka diberi pelatihan untuk menjadi pendamping sertifikasi halal.

Melalui pelatihan ini, para dosen dan mahasiswa tersebut diberikan pengetahuan tentang proses sertifikasi produk halal untuk membantu masyarakat.

Setelah menerima pelatihan, para tim KKN Abmas diberi tugas untuk mendampingi UMKM mendapatkan sertifikasi halal secara langsung sebagai syarat kelulusan.

Selama prosesnya, PKH ITS terus mendampingi melalui monitoring oleh dosen maupun proses validasi data oleh PKH.

"Mereka bukan hanya melatih, namun juga melakukan pembinaan secara bertingkat," ujarnya.

Walaupun baru bergabung menjadi LP3H pada Agustus 2022 lalu, PKH ITS telah berhasil membantu mengeluarkan 204 sertifikat halal untuk UMKM dalam empat bulan.

Tidak hanya UMKM di Surabaya, tapi juga menyebar ke Kediri, Pamekasan, hingga Pasuruan.

“Kami ikut mengembangkan Kawasan Halal Kediri, Kawasan Edu Wisata Garam, hingga wisata kurma,” ungkapnya.

Meski sempat mengalami kendala akibat banyak pihak UMKM yang belum terlalu melek teknologi dan pengajuan sertifikasi halal yang dikembalikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved