Berita Kota Surabaya

Uraikan Kemacetan di Surabaya Barat, Pemkot Anggarkan Rp 10 Miliar untuk Pembangunan Radial Road

Lahan yang akan digunakan untuk akses jalan tersebut luasnya sekitar 54.724 meter persegi, 80 persen milik pengembang

surya/bobby constantine Koloway
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Lilik Arijanto. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Jalan Surabaya bagian Barat merupakan jalur macet karena menjadi perlintasan dengan perbatasan Gresik. Dan pembangunan radial road di Surabaya Barat diharapkan menjadi solusi, dan ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.

Saat ini, Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran senilai Rp 10 miliar untuk membangun jalan penghubung antara Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB) tersebut.

"Radial road untuk pembangunannya saja sekitar Rp 10 miliar," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Lilik Arijanto di Surabaya, Senin (16/1/2022).

Pembangunan radial road tersebut nantinya akan dilakukan pada persil yang saat ini masih dikuasai perorangan atau bukan pengembang. Pembangunan bisa dilakukan setelah mekanisme pembebasan lahan tuntas dilakukan.

"Kami akan membebaskan persil masyarakat terlebih dahulu. Kalau bisa dikerjakan, ini bisa mengurangi kemacetan yang ada di Lontar. Terutama yang ada di ujung (persimpangan)," urai Lilik.

Panjang jalan radial road tersebut rencananya akan mencapai 4,4 KM. Lahan yang akan digunakan untuk akses jalan tersebut luasnya sekitar 54.724 meter persegi. Dan dari total lahan tersebut, sebanyak 80 persen merupakan milik pengembang dan sisanya merupakan perorangan.

Ada 19 persil milik warga yang masih dalam proses negosiasi, termasuk pengurusan surat-surat dan ahli waris. "Anggaran (untuk pembebasan) sedang disiapkan. Ini juga bersamaan dengan pembebasan di sejumlah jalan lain," jelasnya.

Sedangkan untuk lahan milik pengembang, pemkot melakukan pendekatan dengan skema penyerahan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas umum) yang bisa dimanfaatkan atau CSR atau hibah. Ruas jalan dibangun pengembang dan diserahkan ke pemkot.

Sebab, apabila pembukaan seluruh akses Jalan Radial Road melalui skema pembebasan lahan, maka membutuhkan anggaran cukup besar. Berdasarkan perhitungannya, anggaran pembebasan lahan saja bisa mencapai setengah triliun rupiah.

"Kalau pembebasan lahan semuanya itu hampir Rp 500 miliar, itu cukup besar. Makanya sistem itu tidak kita ambil, kita minta ada partisipasi pihak ketiga dalam hal ini pengembang," paparnya.

Lilik mengungkapkan bahwa target pembangunan Jalan Radial Road dimulai tahun 2023. Namun begitu, target penyelesaiannya juga tergantung reaksi dari para pemilik lahan yang ada di wilayah terdampak.

Sekretaris DSDABM Kota Surabaya, Dwi Djajawardana menerangkan, pembukaan akses Jalan Radial Road salah satu tujuannya adalah mengurai kepadatan arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Lontar. Termasuk pula mendukung kemudahan akses menuju ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

"Pengkajian dan perencanaan pembangunan Jalan Radial Road, sudah dilakukan sejak pertengahan 2022. Pada intinya, akses ini sebagai pendukung JLLB dan JLDB," kata Dwi.

Sedangkan lahan yang akan digunakan untuk akses Jalan Radial Road luasnya mencapai sekitar 54.724 meter persegi. Luasan lahan tersebut, merupakan milik warga, Pemkot Surabaya dan pengembang. "Terkait lahan pengembang, justru harus mau menyerahkan, tidak kita bebaskan. Diharapkan realisasinya bisa selesai tahun ini, tentu kami menyesuaikan anggaran juga," tandasnya. ****

Radial Road Pemecah Kemacetan Surabaya Barat:
Panjang total: 4,4 kilometer
Titik Penghubung: Radial Road Yono Suwojo-JLLB
Lebar total median: 40 meter
Lebar Jalur: 7 meter tiap jalur (Ada 4 Jalur)
Total Lahan: 54.724 meter persegi
Penguasaan Lahan: 80 persen pengembang, 20 persen perorangan
Anggaran Pembangunan di 2023: Rp 10 Miliar

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved