Berita Surabaya

Tim Kuasa Hukum Korban Kanjuruhan Enggan Datang di Sidang Perdana di PN Surabaya, Ini Alasannya

tim advokasi korban tragedi Kanjuruhan tidak berkenan menyaksikan sidang tersebut secara langsung di PN Surabaya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
IST
Solehuddin, tim advokasi korban tragedi Kanjuruhan. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Sidang perdana lima terdakwa tragedi Kanjuruhan digelar di PN Surabaya 16 Januari 2023.

Namun, tim advokasi korban tragedi Kanjuruhan tidak berkenan menyaksikan sidang tersebut secara langsung.

Tim advokasi korban tragedi Kanjuruhan, Tatak, menegaskan enggan datang ke Surabaya.

"Enggan datang bukan karena sidang tersebut berlangsung di Surabaya. Namun, kami tidak sepakat kalau sebagaian besar terdakwa dijerat pasal tentang kelalaian," kata Tatak.

Tatak menilai seharusnya dalam perkara ini para terdakwa dijerat Pasal 338 dan 340 tentang Pembunuhan secara Sengaja dan Terencana.

Tatak juga menginginkan ada penambahan jumlah tersangka.

"Karena yang disidangkan bukan kasus pembunuhan, maka kami tidak datang," kata Solehuddin, salah seorang kuasa hukum yang bergabung di Tim Tatak.

Solehuddin menyebut Tim Tatak bakal menggelar rapat, Senin (16/1/2023).

Hal itu untuk mengumpulkan fakta-fakta agar para terdakwa dapat dijerat pasal pembunuhan secara sengaja dan terencana.

Pihak Tatak, kata Solehuddin, juga angkat bicara terkait PN Surabaya membatasi jumlah pengunjung dan melarang media melakukan live streaming di dalam ruang sidang.

Tatak menilai pembatasan jumlah pengunjung sebenarnya masih bisa dibenarkan.

Hakim biasanya saat menyidang perkara tertentu semisal asusila, teroris, penistaan agama membatasi jumlah pengunjung sidang.

Hal tersebut masuk dalam konteks diskresi hukum.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved