Berita Blitar

Petugas Polhut Blitar Seperti Dikerjai, Temukan 1 Truk Jati Curian Masih Harus Memikul Sejauh 1 KM

"Agak sulit saat membawa kayu dari dalam hutan itu sehingga petugas harus kerja ekstra mengevakuasinya," kata Agus.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Petugas Perhutani Blitar menemukan kayu jati curian yang belum dibawa kabur pelaku di RPH Rampal Omboh, BKPH Lodoyo Timur, Rabu (11/1/2023). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pencurian kayu di wilayah hutan di bawah kewenangan Perhutani Blitar sudah kerap terjadi seperti periode cerita novel berseri. Yang kerap terjadi, adalah petugas Polisi Hutan (Polhut) gagal menangkap pencurian kayu, bahkan sampai harus memeras keringat mengangkuti kayu-kayu yang baru ditebang pencuri dari dalam hutan yang sangat jauh.

Itu dialami para petugas Polhut ketika menemukan satu truk bermuatan penuh ratusan batang kayu jati yang diduga baru ditebangi, Rabu (11/1/2023) siang. Kayu-kayu jati hasil pencurian itu diduga belum dibawa kabur pelakunya, namun malah membuat petugas pontang-panting mengevakuasinya dengan cara memikul satu per satu ke lokasi yang bisa terjangkau mobil pikap.

"Lokasi penemuan kayu-kayu jati curian itu berada di medan yang jalannya tak bisa dijangkau dengan semua jenis kendaraan bermotor sehingga terpaksa petugas harus memikulnya," kata Agus Suryawan, Wakil Administratur (ADM) Perhutani Blitar.

Temuan truk berisi kayu-kayu jati di lokasi ekstrem itu memang tidak biasa. Karena memang jauh di tengah hutan di RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Rampal Omboh, BKPH (Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan) Lodoyo Timur, yang kontur tanahnya naik turun.

Kondisi medan yang sulit itu memaksa petugas memanggul atau memikul batangan-batangan kayu jati ke arah pinggiran hutan. "Agak sulit saat membawa kayu dari dalam hutan itu sehingga petugas harus kerja ekstra mengevakuasinya," kata Agus.

Menurutnya, penemuan kayu jati itu bermula ketika petugas melakukan patroli rutin dengan menyisir tanaman pohon jati yang usianya belum siap panen. Sebab tidak jarang kayu jati yang belum layak dipanen itu menjadi sasaran pencurian.

Ternyata, kecurigaan petugas benar karena saat berjalan kaki sekitar 4 KM dari kampung terdekat, yakni Desa Rampal Omboh, Kecamatan Panggungrejo, mereka menemukan banyak batang kayu jati berserakan. "Dilihat dari kondisi kayunya, sepertinya belum lama ditebang karena masih basah. Bahkan,daunnya juga berserahkan dan menumpuk jadi satu," ungkapnya.

Yang membuat heran petugas, kayu-kayu jati itu belum waktunya dipanen namun dibabat begitu banyak. Apalagi semuanya ditebangi di satu lokasi sehingga ada dugaan pelakunya bukan mengincar kayunya. Bisa jadi pelaku ingin membuka lahan karena tidak jauh dari lokasi itu ternyata ada lahan hutan yang diam-diam sudah ditanami jagung.

"Bisa jadi tujuannya untuk membuka lahan. Jadi petugas kami giatkan untuk mengantipasi tindakan seperti itu. Bukan hanya mencegah pencurian kayu namun juga mengantisipasi para penjarah yang ingin membuka lahan pertanian di hutan dengan cara mematikan kayunya atau membabatnya," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved