Grahadi

Berita Surabaya

Gubernur Khofifah Ajak Grab Indonesia untuk Perluas Akses Pasar UMKM Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Grab Indonesia di Gedung Negara Grahadi

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Grab Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Selasa (10/1/2023). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi Grab Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Selasa (10/1/2023).

Di kesempatan itu, secara khusus ia mengajak Grab untuk ikut serta dalam mendongkrak pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19.

Ia mengajak Grab Indonesia untuk dapat meningkatkan akses UMKM ke pasar yang lebih luas.

Sebab menurutnya semua elemen di Jatim, bukan hanya pemerintah, dapat mengambil peran dalam pemulihan ekonomi. 

"Jadi ini harus kita ikhtiari, bagaimana bersama-sama mencari proses yang bisa memberikan akses pasar yang luas ke UMKM, baik secara digital maupun literasi keuangannya," ujarnya. 

Sejauh ini, perluasan pasar UMKM Jatim telah diupayakan Pemprov Jatim bahkan hingga bisa menjangkau segmen luar negeri.

Namun Khofifah menyebut, masih banyak peluang dan potensi yang bisa  dimaksimalkan. 

"Ini berarti peluang ekspor kita juga besar. Tapi butuh satu penguatan, agar mereka tidak sekedar menjual tapi juga bisa memasarkan  dan mengembangkan sampai ke luar negeri," jelas orang nomor satu Jatim itu. 

Itulah mengapa, sebut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jatim bekerjasama dengan BI membuat Rumah Kurasi bagi UMKM di Jawa Timur.

Sebab dari sana, dapat dilakukan standardisasi kualitas produk sampai akhirnya produk tersebut  dapat diekspor. 

"Ini menjadi penting, karena kita bisa mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam berdagang. Ini yang kita usahakan. Selalu yang kita ucapkan ke masyarakat adalah ekspor itu mudah, ekspor itu gak ruwet. Agar mindset mereka progresif dan tambah semangat," terangnya. 

Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya keseimbangan dalam menjaga ekonomi dan tatanan sosial.

Maka dari itu, dirinya meminta Grab untuk lebih membuka peluang bagi penyandang disabilitas dan mitra pengemudi perempuan. 

"Saya juga harap bisa lebih banyak anak berkebutuhan khusus yang terlibat di bisnis Grab. Selain itu, pengemudi perempuan perlindungannya juga bisa lebih ditingkatkan lagi," tutur mantan Menteri Sosial RI itu. 

Merespon hal tersebut, Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, jumlah pegawai perempuan dan laki-laki di Grab relatif sama.

Selain itu, pendapatan antara keduanya juga hampir sama. 

"Kita didukung pemerintah sejak awal dalam banyak sekali hal. Untuk itu, kita mendorong kesetaraan gender seperti arahan dari Bu Gubernur. Sekarang ini, pengemudi laki-laki memang sedikit lebih banyak. Tapi ke depannya mudah-mudahan akan semakin banyak yang bisa dikembangkan," imbuhnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved