Berita Tuban

Sejumlah Proyek Pembangunan di 2022 Tak Selesai Tepat Waktu, DPRD Tuban: Kerjanya Amburadul

Sejumlah proyek pembangunan di Tuban pada tahun 2022 tidak selesai tepat waktu.

Penulis: M. Sudarsono | Editor: irwan sy
surya.co.id/m sudarsono
Revitalisasi Rest Area Kabupaten Tuban. 

Berita Tuban

SURYA.co.id | TUBAN - Sejumlah proyek pembangunan di Tuban pada 2022 tidak selesai tepat waktu.

Proyek-proyek tersebut di antaranya Revitalisasi Restart Area, Gedung Olahraga Rangga Jaya Anoraga dan Alun-alun.

Kondisi ini memantik kalangan parlemen setempat buka suara.

"Saya serba repot terkait proyek, tidak perlu menyampaikan sudah banyak yang tahu kerjanya," kata Ketua DPRD Tuban, M Miyadi kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).

Politisi PKB itu menjelaskan molornya proyek dari batas waktu yang ditentukan disebabkan beberapa faktor, di antaranya, perencanaan yang kurang matang, terjadi kemoloran lelang, tidak siapnya rekanan dengan proyek yang dimenangkan.

Dampaknya tentu berakibat pada banyak proyek yang tidak selesai.

"Banyak faktor, poinnya pekerjaan amburadul," terangnya.

Miyadi melanjutkan, atas temuan proyek molor itu pihaknya sudah memerintahkan rapat kerja komisi 1 dengan dinas terkait dan sidak di lapangan.

Hasilnya memang banyak yang tidak sesuai, mulai molor hingga tidak pasang papan pengumuman pekerjaan.

"Ada sanksi denda hingga blacklist (coret hitam) apabila tidak mampu mengerjakan, cuaca terkait hujan juga tidak begitu parah," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, menyatakan kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu akan didenda.

Sesuai aturan denda yaitu 1/1000 dikalikan nilai kontrak masing-masing proyek.

Selain itu, kontraktor yang telat mengerjakan proyek diberikan dispensasi 50 hari masa kerja sejak awal tahun 2023.

Jika masa tambahan kerja yang diberi tidak terselesaikan, maka kontraktor akan di-blacklist (\masuk daftar hitam).

"Tambahan 50 hari kerja jika tidak selesai, proyek kita kembalikan ke penanggung jawab kegiatan dalam hal ini dinas terkait," terangnya.

Disinggung progres proyek saat ini, Sekda belum bisa memastikan sudah sejauh mana pengerjaannya.

Sebab, yang didapat adalah laporan harian.

Namun berdasarkan berita akhir tahun 2022, progres proyek revitalisasi proyek jumbo baru sekitar 70 persen.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved