Selasa, 5 Mei 2026

Berita Gresik

Bupati Gresik Emosi, Pemadaman Listrik Oleh PLN Akibatkan Pulau Bawean Lumpuh sejak Desember 2022

Hal ini membuat Bupati Gus Yani emosi, sebab warga di Pulau Bawean masih mengalami pemadaman secara bergilir.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Suasana Pulau Bawean terlihat gelap akibat pemadaman listrik secara bergilir, Kamis (5/1/2023. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengaku kecewa atas pelayanan PLN UP 3 Gresik dan PJB UP Gresik. Sebab sejak Desember 2022 sampai sekarang, PLN masih melakukan pemadaman bergilir di Pulau Bawean.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini geram, sebab PLN memberikan pelayanan yang buruk. Sampai saat ini warga Pulau Bawean masih mengalami pemadaman bergilir sejak awal Desember tahun 2022.

"Kami sudah siapkan KRI Soeharso untuk warga Pulau Bawean yang terkena cuaca buruk, hingga melalui diskresi Bupati untuk warga Pulau Bawean. Tetapi tidak dimanfaatkan optimal oleh PLN UP 3 Gresik dan PJB UP Gresik. Warga Bawean masih mengalami pemadaman bergilir hingga hari ini," kata Gus Yani kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).

Padahal, dua hari sebelum KRI Soeharso berangkat, PLN UP 3 Gresik dan PJB UP Gresik siap mengirim 20 genset. Namun faktanya, genset yang dikirim ke Pulau Bawean jumlahnya jauh di bawah itu.

Hal ini membuat Bupati Gus Yani emosi, sebab warga di Pulau Bawean masih mengalami pemadaman secara bergilir. "Intinya, PLN dan PJB pelayanane buruk di Pulau Bawean," tegasnya.

Dampak padaman PLN secara bergilir itu disampaikan Kepala UPT SDN 387 Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak - Pulau Bawean Gresik, Waluyo Iskak. Pemadaman listrik secara bergilir di 42 desa di Pulau Bawean mengganggu aktifitas warga, termasuk aktifitas pendidikan di Pulau Bawean.

"Sudah mengganggu pendidikan pemadaman listrik ini. Selama pemadaman bergilir, kami tidak bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan informasi teknologi (IT). Ruang kelas pun gelap selama kegiatan kelompok belajar mengajar (KBM), kasihan para siswa," kata Waluyo.

Sementara Kepala PLN UP 3 Gresik, Bustani meminta maaf atas pemadaman bergilir di Pulau Bawean. Karena kondisi cuaca buruk, manajemen terpaksa melakukan pemadaman listrik secara bergiliran di Pulau Bawean.

"Kami mohon maaf, saat itu hanya empat genset yang bisa kami kirim menggunakan kapal perang KRI Soeharso yang difasilitasi Pak Bupati," kilah Bustani.

Atas pelayanan tersebut, Bustani menyatakan bersyukur, sebab Bupati Gus Yani sudah memberikan pelayanan terbaik untuk pengiriman genset. "Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Gus Yani, sehingga bisa mengirim empat unit ganset ke Pulau Bawean dengan lancar," katanya. ******

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved