Berita Banyuwangi

Uang Palsu Gagal Diedarkan di Banyuwangi, Terungkap saat Anak Tersangka Hendak Beli HP

rencana peredaran uang palsu itu terendus gara-gara anak salah satu tersangka tanpa sengaja membelanjakan uang itu untuk membeli telepon selular

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Polisi Banyuwangi menggagalkan upaya peredaran uang palsu, Sabtu (31/12/2022). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi menggagalkan peredaran uang palsu senilai Rp 500 juta.

Polisi menduga, uang itu akan diedarkan selama momen Natal dan tahun baru.

Akan tetapi, rencana peredaran uang palsu itu terendus gara-gara anak salah satu tersangka tanpa sengaja membelanjakan uang itu untuk membeli telepon selular alias HP.

"Jika tidak tertangkap, tidak menutup kemungkinan uang palsu ini akan diedarkan pada malam tahun baru," kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja, Sabtu (31/12/2022).

Agus menjelaskan, tiga tersangka ditangkap terkait kasus peredaran uang palsu itu.

Mereka adalah SR (57), warga Kelurahan Kebalenan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi; HJ (42), warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo; dan EW (36), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Agus menambahkan, uang palsu yang disimpan tersangka berupa pecahan Rp 100 ribu. Uang itu selama ini disimpan di rumah tersangka SR. Uang disembunyikan di dalam satu koper.

Kasus itu terungkap pertama kali setelah anak tersangka SR membeli HP dengan uang palsu milik bapaknya.

"Anak tersangka tidak tahu kalau uang tersebut uang palsu. Dia tidak sengaja menemukan koper berisi uang tersebut dan mengambilnya sebagian untuk membeli HP," sambung Agus.

Pemilik konter HP pun tak curiga bahwa uang yang ia dapat adalah uang palsu.

Ia baru tahu setelah gagal menyetortunaikan uang tersebut ke bank.

Pemilik konter yang merasa tertipu akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi setempat.

Dari sana, polisi mendalami kasus peredaran uang palsu itu. Mereka akhirnya menangkap tersangka SR dan membawa barang bukti sekoper uang palsu.

"Saat kami dalami, uang tersebut didapat tersangka SR dan tersangka HJ. Kami pun akhirnya menangkap tersangka HJ," tutur dia.

Hasil pendalaman selanjutnya, polisi berhasil membekuk tersangka EW. Dari EW-lah uang palsu itu didapat para tersangka yang lebih dulu ditangkap.

Polisi masih mendalami sindikat peredaran uang palsu ini. Termasuk asal muasal awal uang palsu dicetak.

"Kami masih mendalami soal jaringan ini. Masih kami kembangkan dan kami buru pengedar di atasnya," sambung dia.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved