Berita Surabaya

1 Kilogram Lebih Serbuk Setan Asal Malaysia Dimusnahkan di Halaman Kantor BNNP Jatim di Surabaya

Sabu-sabu sebanyak 1.007 gram dimusnahkan di halaman Kantor BNNP Jatim, Surabaya. Namun siapa pemilik barang terlarang itu hingga kini belum terungkap

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/ Tony Hermanto
Pemusnahan sabu-sabu seberat 1.007 gram di halaman Kantor BNNP Jatim, Surabaya, Rabu (21/12/2022). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sabu-sabu alias serbuk setan sebanyak 1.007 gram dimusnahkan dengan cara dibakar dalam mesin incenerator di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Surabaya, Rabu (21/12/2022). 

1 kilogram lebih sabu itu didapat setelah Tim Bea Cukai menemukan paket mencurigakan pada 7 Oktober lalu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Saat itu, sensor dari alat X-Ray mengeluarkan sinyal terhadap paket berwujud kardus dengan nama pengirim MT asal Malaysia dan penerima SR alamat di Madura. Oleh petugas barang tersebut dibongkar.

Di dalam paket itu ada tiga jenis barang ditata secara berlapis. Lapisan pertama berisi berbagai rempah-rempah. Di lapisan kedua, berisi baju-baju bekas dan yang terakhir paket berupa semacam tatakan kayu yang di dalamnya ada 4 bungkus bubuk kristal.

Petugas Bea Cukai akhirnya melakukan koordinasi dengan BNNP Jatim.

Serbuk putih tersebut ditimbang dan memiliki berat totalnya 1.027 gram. Kemudian, sebanyak 20 gram dari barang tersebut dikirim ke Polda Jatim untuk dilakukan tes forensik.

"Serbuk putih itu terdeteksi merupakan sabu-sabu," kata Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Daniel Y Katiandagho.

Siapa pemilik sabu itu, hingga kini tidak ketahuan. Alamat yang tertulis di paket tidak jelas. Berhari-hari hingga berbulan-bulan, petugas BNNP sempat melakukan penyamaran di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, tapi tidak ada mendapati orang yang menanyakan paket tersebut.

"Dengan segala pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk memusnahkan barang tersebut," ujar Daniel.

Ia menjelaskan, sabu yang dikirim dari Malaysia tersebut terindikasi bagian dari jaringan di Madura.

Menurut Daniel, modus yang digunakan tergolong baru, pengirim mengkamuflase paket dengan menaruh rempah-rempah di dalamnya.

Biasanya, anjing K-9 kesulitan mencium bau barang-barang kimia yang mengandung methamfetamin jika terdapat bumbu-bumbu dapur dengan aroma yang menyengat.

"Memang siapa pemilik paket ini belum tertangkap. Tapi kami komitmen war on drugs. Jadi kasus ini tetap diusut," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved