Senin, 20 April 2026

Tata Cara Lengkap Sholat Dhuha dan Bacaan Dzikir dan Doanya

Berikut tata cara lengkap Sholat Dhuha 2 rakaat, yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Canva
Ilustrasi - tata cara sholat dhuha 

SURYA.CO.ID - Berikut tata cara lengkap Sholat Dhuha 2 rakaat, yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

Salah satu amalan ibadah di waktu siang hari yang dapat dikerjakan umat Islam adalah Sholat Dhuha.

Rasulullah SAW selalu mengingatkan para sahabat untuk tidak meninggalkan Sholat Dhuha, sebab memiliki keutamaan memperlancar jalannya rezeki.

Baca juga: Waktu Sholat Dhuha Surabaya dan Jatim, Inilah Anjuran Terbaik Menurut Hadist

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghathafani, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang” (HR. Tirmidzi no. 475, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 4342).

Niat Sholat Dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

"Ushalli Sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa."

Artinya: "Aku niat sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

Tata Cara Sholat Dhuha

1. Membaca niat

2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah

3. Membaca surat Al Fatihah

4. Membaca surat atau ayat Alquran (surat pendek)

5. Ruku’

6. I’tidal

7. Sujud

8. Duduk di antara dua sujud

9. Sujud kedua

10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

11. Membaca surat Al Fatihah

12 Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa surat Adh dhuha atau lainnya.

13. Ruku’

14.  I’tidal

15.  Sujud

16. Duduk di antara dua sujud

17. Sujud kedua

18. Tahiyat akhir

19 Salam

Dzikir setelah Sholat Dhuha

Berikut bacaan dzikir setelah Sholat Dhuha menurut riwayat Aisyah RA, istri Rasulullah SAW.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ‏:‏ صَلَّى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الضُّحَى ثُمَّ قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، حَتَّى قَالَهَا مِئَةَ مَرَّةٍ

Artinya: Aisyah berkata, "Rasulullah SAW melaksanakan sholat dhuha, kemudian beliau mengucapkan: Allohummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rohimu (Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun), hingga 100 kali." (HR Bukhari).

Dzikir Setelah Sholat Dhuha lainnya

Selain bacaan dzikir di atas, terdapat dzikir lain yang bisa diamalkan.

Mengutip buku Dzikir Majelis Pondok Pesantren Nurul Faizah Surabaya, asuhan Hj Mihmidati Afif, berikut dzikir Sholat Dhuha:

1. Surat Al Ikhlas 10 kali

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah kufuwan ahad

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya."

2. Yaa Mujib 10 kali

Artinya: Maha Mengabulkan

3. Yaa Wahhab 10 kali

Artinya: Maha Pemberi

4. Yaa Bashits 10 kali

Artinya: Maha Melapangkan

5. Ya 'Aziiz 41 kali

Artinya: Maha Kuasa

6. Ya Jalil 71 kali

Artinya : Maha Mulia

7. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa Anzilhul Manzalal Muqarrab ‘indaka yaumal qiyaamah 10 kali

Merupakan bacaan Sholawat Nabi.

Doa Sholat Dhuha

Berikut bacaan doa sholat dhuha latin serta artinya, dikutip dari buku Berkah Shalat Dhuha oleh M Khalilurrahman Al Mafani.

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih."

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved