Selasa, 21 April 2026

Berita Kota Kediri

Libatkan Masyarakat, BPBD Kota Kediri Lakukan Simulasi Hadapi Bencana Gunung Meletus

tidak bisa menolak jika bencana itu tiba, yang bisa kita lakukan mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/didik mashudi
Peragaan petugas dalam melakukan evakuasi dan penanganan korban bencana alam yang digelar di Lapangan Gajah Mada, Kota Kediri, Kamis (15/12/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar simulasi lapangan penanganan bencana di Lapangan Gajah Mada, Kota Kediri, Kamis (15/12/2022).
Kegiatan ini diikuti berbagai unsur terkait dalam upaya penanganan bencana, serta melibatkan masyarakat.

Unsur tersebut adalah seperti TNI, Polri, Damkar, Basarnas, lembaga amal dan amil zakat, rumah sakit, institusi pendidikan, rescuer, BUMN, BUMD, pihak swasta, awak media hingga relawan masyarakat.

Ferry Djatmiko, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Kediri mengatakan, bencana merupakan urusan bersama. Karena semuanya tidak pernah menginginkan terjadinya bencana.

"Kita juga tidak bisa menolak jika bencana itu tiba, yang bisa kita lakukan mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sehingga diperlukan sinergi yang baik antar unsur dan elemen terkait. Sebab, bencana adalah urusan kita bersama," jelasnya.

Ditambahkan, meskipun resiko bencana di Kota Kediri rendah, tetapi juga tidak boleh terlena. "Di Timur Kota Kediri berbatasan dengan gunung api aktif yakni Gunung Kelud yang juga perlu kita waspadai," jelasnya.

Sementara simulasi penanganan bencana mengambil kondisi dampak bencana erupsi Gunung Kelud di wilayah Kota Kediri. Simulasi penanganan bencana meliputi uji coba sistem TRC PB Kota Kediri, SOP kaji cepat dan tepat informasi bencana, SOP penyebaran informasi kebencanaan, SOP penetapan status darurat bencana, SOP rantai komunikasi, koordinasi dan komando penanggulangan bencana.

Kemudian SOP penyelamatan dan pertolongan bencana, SOP proses evakuasi bencana, SOP rujukan korban bencana ke rumah sakit rujukan, SOP triase korban bencana, SOP manajemen logistik bencana, dan rencana penanggulangan kedaruratan bencana.

Indun Munawaroh, Kalaksa BPBD Kota Kediri menjelaskan urgensi terselenggaranya kegiatan melibatkan BPBD Kabupaten Kediri.Melalui kegiatan simulasi penanganan bencana diharapkan meningkatkan pemahaman anggota TRC PB Kota Kediri dan unsur-unsur terkait tentang tugas, peran, fungsi masing-masing ketika darurat bencana terjadi di Kota Kediri.

"Kami berharap dapat terwujud sinergitas lintas sektor yang terstruktur dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di tahap darurat bencana. Sehingga meningkat pula ketangguhan serta kesiapsiagaan Kota Kediri dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu," jelasnya.

Simulasi penanganan bencana dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana multi sektor merupakan yang pertama kalinya di Jawa Timur.

"Kita libatkan semua sektor terkait penanganan kebencanaan termasuk masyarakat. Jikalau nanti terjadi bencana semua sudah memahami alurnya sehingga penanganan bisa jauh lebih cepat," ungkapnya. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved