Berita Banyuwangi

Kasus Keracunan Massal di Kabupaten Banyuwangi, Ini Respon Disbudpar dan PHRI

Disparbud akan memperketat soal keamanan makanan yang disajikan berbagai pihak di Kabupaten Banyuwangi.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Peserta acara Bank Indonesia yang mengalami keracunan di Banyuwangi, Senin (12/12/2022). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Kasus keracunan massal yang dialami peserta acara Bank Indonesia di Banyuwangi, Senin (12/12/2022), mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Banyuwangi.

Disparbud akan memperketat soal keamanan makanan yang disajikan berbagai pihak di Kabupaten Banyuwangi.

Hal ini mengingat, kasus keracunan massal itu diduga berasal dari makanan.

Sebelum merasakan gejala keracunan, mereka sempat menyantap makanan yang disediakan ketering di Alas Purwo dan hotel di Ketapang.

"Dari kejadian ini, saya akan mengarahkan kembali, karena hotel beberapa waktu yang lalu sudah kami rapatkan terkait persiapan Nataru (Natal dan tahun baru)," kata Kepala Disparbud Banyuwangi MY Bramuda.

Baca juga: Puluhan Wartawan Peserta Literasi BI di Banyuwangi Keracunan, Polisi-Dinkes Cek Sampel Makanan

Pihaknya juga masih akan menunggu hasil investigasi kepolisian dan Dinas Kesehatan ihwal penyebab keracunan.

"Hasil itu akan menjadi rujukan bagi kami untuk memperketat pelayanan di Kabupaten Banyuwangi," sambungnya.

Bramuda menjelaskan, kejadian ini sekaligus menjadi momentum untuk para penyedia layanan makanan agar memberi pelayanan terbaik bagi wisatawan.

Sementara Ketua PHRI Kabupaten Banyuwangi Zaenal Muttaqin mengatakan, pihaknya telah menekankan soal kehigenisan makanan bagi seluruh anggotanya.

"Anggota kami semuanya, sudah dilakukan pelatihan-pelatihan terkait sertifikat halal, penjamahan makanan, dan pengemasan makanan," kata dia.

Maka dari itu, pihaknya mengaku terkejut saat mendengar kabar adanya puluhan orang keracunan.

Apalagi, keracunan itu diduga berasal dari makanan yang mereka konsumsi.

"Terkait kejadian ini, kami kaget dan prihatin. Kami menunggu hasil pihak terkait soal penyebabnya dulu. Apakah dari makanan yang disediakan hotel atau ketering dari luar," ucap dia.

Atas kejadian ini, pihaknya juga bakal mendorong para anggota PHRI untuk lebih teliti ke depannya.

"Jadi wajib, kami imbau ke anggota-anggota kami agar lebih teliti, selektif, dan objektif terkait penyajian makanan-minuman," ujar dia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved