Berita Blitar

Pemkot Blitar Targetkan Produk UMKM Masuk Toko Modern Mulai Tahun 2023

Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar sedang mengupayakan produk UMKM bisa masuk di toko modern.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Wakil Wali Kota Blitar, Tjutjuk Sunario saat melihat produk kerajinan di pameran UMKM RT Keren di Graha Patria Kota Blitar kemarin. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar sedang mengupayakan produk UMKM bisa masuk di toko modern.

Langkah itu menjadi salah satu upaya pemerintah membangkitkan ekonomi para pelaku UMKM di Kota Blitar pasca pandemi Covid-19.

"Kami targetkan mulai tahun depan, produk UMKM di Kota Blitar bisa masuk di toko modern baik yang berjejaring maupun tidak berjejaring," kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, Sabtu (10/12/2022).

Juyanto mengatakan sudah komunikasi dengan beberapa pengelola toko modern di Kota Blitar.

Beberapa pengelola toko modern menyambut baik dan menerima produk UMKM untuk dipasarkan di gerainya.

Dinas juga sudah menindaklanjuti dengan melakukan kurasi atau seleksi terhadap beberapa produk UMKM yang akan dipasarkan di toko modern.

Hasil kurasi sementara, ada 30 produk UMKM yang dianggap memenuhi standar untuk dipasarkan di toko modern.

"Pada prinsipnya, toko modern tidak keberatan menerima produk UMKM. Sekarang toko modern sedang mengecek standar produk UMKM yang kami usulkan, kami menunggu hasilnya," ujarnya.

Di sisi lain, kata Juyanto, dinas juga mendorong pelaku UMKM untuk terus memperbaiki kualitas produknya.

Sekarang, dunia UMKM sedang naik daun dan mendapat perhatian khusus baik di tingkat daerah maupun nasional.

Salah satu bentuk perhatiannya, pemerintah mengeluarkan PP Nomor 7 Tahun 2021 terkait UMKM. PP itu mengamanatkan minimal 40 persen anggaran daerah digunakan untuk pengembangan koperasi dan usaha kecil menengah.

"Sering kami sampaikan kepada pelaku UMKM, jangan sia-siakan perhatian pemerintah. Kalau anggaran itu tidak diambil akan diambil yang lain. Karena anggaran harus dibelanjakan dalam satu tahun habis," ujarnya.

Juyanto berharap para pelaku UMKM memanfaatkan anggaran yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas produksi agar bisa bersaing di pasar.

Apalagi, mulai tahun depan, semua belanja organisasi perangkat daerah (OPD) harus lewat e katalog.

Tidak semua produk UMKM di Kota Blitar sudah memenuhi syarat untuk bisa masuk di e katalog.

"Untuk masuk di e katalog ada persyaratan dan belum semua UMKM punya, ini yang sedang kami dampingi. Sekarang sudah ada 1.000 produk UMKM masuk di e katalog lokal. Sedang jumlah UMKM di Kota Blitar lebih dari 14.000," katanya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved