Berita Blitar

Pebalap Liar Awalnya Garang Melaju di JLS Blitar, Eh Malah Menangis Ketika Dibawa ke Kantor Polisi

Malah banyak pebalap liar yang menangis ketakutan karena harus diamankan dan dibawa ke Polsek Wonotirto akibat ulahnya itu.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Beberapa pelaku balap liar usia sekolah diamankan bersama motor protolan di Jalan Lintas Selatan (JLS) Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jumat (9/12/2022) pagi. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Aksi balapan tidak di trek resmi alias balapan liar yang diikuti belasan orang dan disaksikan puluhan orang lainnya di Jalan Lintas Selatan (JLS) Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jumat (9/12/2022) pagi, seperti berakhir antiklimaks.

Setelah beradu motor protolan dengan gagah berani dan garang di sepanjang JLS, para pembalap akhirnya buyar diobrak polisi. Malah banyak pebalap liar yang menangis ketakutan karena harus diamankan dan dibawa ke Polsek Wonotirto akibat ulahnya itu.

Bagaimana mereka tidak menangis, karena semua pelaku balap liar itu ternyata masih bocah alias di bawah umur. Dari catatan polisi, beberapa pebalap yang diangkut berusia belasan atau setara SMP sehingga mereka pantas menangis saat ikut ke kantor polisi bersama motornya.

Bersama enam anak itu, polisi juga menyita sepeda motor Honda Gl Max protolan dan satu mobil. "Ada enam pelaku balapan yang kami bawa, semuanya masih anak-anak. Atau usianya sekitaran SMP," kata AKP Supriadi, Kapolsek Wonotirto.

Dasarnya anak-anak, memang tidak bisa diam kalau melihat trek baru yang mulus seperti JLS. Apalagi jalur Selatan di sepanjang pantai itu masih sepi karena belum dibuka, maka adrenalin muda para bocah itu pun bergolak ingin meniru aksi seperti di balapan MotoGP.

Menurut kapolsek, aksi trek-trekan di JLS itu juga tidak biasanya, karena anak-anak tersebut malah beraksi di hari bolong. Padahal biasanya balap liar terjadi di malam atau dini hari. "Anggota datang ke lokasi itu sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka sedang berpatroli rutin ke desa-desa, sehingga tak ada rencana mengobrak. Kalau ada rencana, tidak mungkin petugasnya hanya tiga personel," ungkapnya.

Sebenarnya balap liar itu tidak akan mengganggu warga. Sebab JLS bukan melintas di dekat perkampungan namun mulai dari wilayah Kabupaten Malang sampai Kabupaten Blitar dilewatkan di Selatan desa paling ujung Selatan.

Tetapi karena jadi arena balapan maka faktor keselamatan yang menjadi alasan polisi membubarkannya. "Saat itu ada sekitar 70 anak di sana. Ada yang menonton, ada yang sedang beradu balapan," terang Supriadi.

Di tengah jalan, tiga anggota yang patroli dengan mobil mendapat laporan kalau ada anak-anak sedang adu ketangkasan di JLS. Sehingga tiga personel Polsek Wonotirto berbelok menuju ke lokasi. Sampai di TKP, petugas malah kaget melihat penonton balap liar sebanyak itu, sehingga langsung membunyikan sirene.

Para pelaku dan penonton balap liar terperanjat, dan serentak semburat kabur. "Kebanyakan mereka kabur ke arah selatan, Pantai Serang karena cukup dekat meski menerobos hutan," paparnya.

Malangnya, ada enam anak yang gagal kabur karena dicegat petugas. Bahkan ada yang mencoba kabur dengan menaiki motornya, ternyata malah mogok. Sementara sebuah mobil yang mangkal di sana tidak bisa putar balik karena terhalang sepeda motor saat petugas datang.

Karena masih anak-anak, mereka menangis saat dibawa ke Polsek Wonotirto. Akhirnya, sebelum mereka dipulangkan, orangtua mereka masing-masing didatangkan untuk diberi tahu bahwa anak-anaknya diamankan karena melakukan balap liar. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved