Berita Banyuwangi

Jumlah Pernikahan Anak di Kabupaten Banyuwangi Menurun

Jumlah pasangan di bawah umur yang mengajukan dispensasi perkawinan ke Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi antara Januari-November 2022 sebanyak 794

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Banyuwangi 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI -  Jumlah pernikahan anak di Kabupaten Banyuwangi menurun.

Jumlah pasangan di bawah umur yang mengajukan dispensasi perkawinan ke Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi antara Januari-November 2022 sebanyak 794.

Jumlah itu turun sekitar 17 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Pada Januari-November 2021, ajuan dispensasi perkawinan sebanyak 959 kasus.

Panitera PA Banyuwangi Subandi mengatakan, meski turun, jumlah kasus pernikahan anak di Banyuwangi masih tergolong tinggi.

Yang menarik, kata Subandi, ada perubahan tren pernikahan anak di Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Persyaratan Rumit, Pemohon Poligami di Pengadilan Agama Lamongan Cukup Rendah

Kini, banyak pernikahan anak yang inisiatifnya berasal dari mempelai.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi belasan atau puluhan tahun lalu.

Dulu, lanjut Subandi, banyak pernikahan anak yang digelar atas keinginan orang tua.

Hal itu salah satunya didorong oleh kondisi ekonomi. Banyak orang tua yang menganggap menikahkan anak sebagai salah satu solusi untuk meringankan beban ekonomi.

"Kalau sekarang trennya bukan begitu. Malah anaknya yang ingin menikah. Mengapa mereka ingin menikah dini, penyebabnya bermacam-macam," lanjut Subandi, Jumat (9/12/2022).

Subandi mengatakan, tak semua pengajuan dispensasi perkawinan disetujui oleh PA.

Sepanjang tahun ini, PA telah menolak 24 pangajuan dispensasi perkawinan.

Salah satu penyebab ditolaknya pengajuan dispensasi perkawinan adalah usia mempelai yang terlalu muda.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved