Berita Nganjuk

Jelang 2023, Layanan Adminduk di Kabupaten Nganjuk Dipermudah Satu Pintu dan Aplikasi Salipuk

Hal itu merupakan inovasi Dukcapil untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas Pemkab Nganjuk
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi didampingi Kepala Dinas Dukcapil, Gatut Sugiarto gunting pita peresmian layanan Adminduk terpadu satu pintu dan aplikasi Salipuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nganjuk meningkatkan mutu pelayanan Administrasi Kependudukan dengan layanan terpadu satu pintu dan aplikasi Salipuk (Sistem Informasi Pelayanan Kependudukan Online).

Hal itu merupakan inovasi Dukcapil untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, Kabupaten Nganjuk selalu berbenah dari segala sektor dan segala lini.

Seperti halnya berkaitan dengan layanan administrasi kependudukan yang diharapkan mampu memudahkan masyarakat.

"Aplikasi Salipuk menjadi inovasi dalam Adminduk. Ini sebagai sarana untuk masyarakat bertanya dan dijawab berkaitan dengan administrasi kependudukan," kata Marhaen Djumadi, Rabu (7/12/2022).

Selain itu, dikatakan Marhaen Djumadi, dengan adanya pelayanan satu pintu Dinas Dukcapil diharapkan akan membangun kepuasan masyarakat.

Di mana sekarang sudah seharusnya semuanya satu pintu dalam rangka pelayanan.

Dan pihaknya mengajak masyarakat Nganjuk untuk memanfaatkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang juga bagian dari inovasi Dispendukcapil dalam mempermudah akses masyarakat tentang identitas diri.

"Silahkan dimanfaatkan layanan inovasi Adminduk, mulai dari IKD. KTP, KK semua sudah digital sehingga lebih mudah dan lebih praktis," ucap Marhaen Djumadi.

Sedangkan untuk urusan administrasi kependudukan berupa Kartu Identitas Anak (KIA) dan surat kematian, tambah Marhaen Djumadi, harus lebih dipermudah dengan melakukan jemput bola.

Karena saat ini banyak masyarakat yang tidak sempat mengurusnya sehingga pada saat ada bantuan dari pemerintah ternyata penerimanya sudah meninggal namun masih dapat bantuan.

"Makanya, kondisi dan persoalan seperti itu jangan sampai terjadi lagi dengan adanya layanan Adminduk jemput bola," ujar Marhaen Djumadi.

Lebih lanjut diungkapkan Marhaen Djumadi, pihaknya berterima kasih kepada instansi terkait yang turut mendukung dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan prima kepada masyarakat.

"Sekarang ini Pemerintah Daerah sudah bekerjasama dengan KUA, Kementerian Agama, serta Pengadilan Agama, misalnya untuk urusan sidang isbat, status pernikahan dan sebagainya," tandas Marhaen Djumadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved