Berita Tulungagung

Satu Korban Kejahatan Perbankan Modus Kurir Paket Mengadu ke Polres Tulungagung, Kerugian Rp 35 Juta

Pelaku menyaru dari pihak ekspedisi yang akan mengirimkan barang pesanan ke korban, pelaku mengirimkan sebuah aplikasi sniffing lewat WhatsApp.

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Polres Tulungagung menerima aduan korban kejahatan perbankan dengan modus sniffing (penyadapan untuk mengambil data) melalui aplikasi Android.

Pelaku menyaru dari pihak ekspedisi yang akan mengirimkan barang pesanan ke korban.

Pelaku mengirimkan sebuah aplikasi sniffing lewat WhatsApp.

"Modusnya seperti yang sekarang sedang marak saat ini," terang Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra, Rabu (7/12/2022).

Tanpa curiga korban menginstal aplikasi yang dikirim pelaku, karena saat itu memang sedang menunggu kiriman barang.

Koban mengira aplikasi itu untuk melacak posisi barang, sesuai proses yang dilakukan kurir.

Namun setelah aplikasi itu terinstal, seluruh aplikasi pembayaran online di handphone (Hape) korban berhasil diretas.

"Jadi mulai dari rekening mobile bank, terus OVO dan sejenisnya, semua datanya disedot oleh pelaku," ungkap Agung.

Korban baru menyadari setelah ada transaksi yang tidak dilakukannya. Korban membuat pengaduan ke Polres Tulungagung pada November 2022 lalu.

Saat itu, saldo rekening korban sudah berkurang Rp 35 juta.

"Kami masih berkoordinasi dengan bagian siber untuk mengungkap kejadian ini, karena pelaku kemungkinan bukan dari Tulungagung," ucap Agung.

Masih menurut Agung, modus ini sebenarnya sudah lama ada. Namun bedanya, dulu pelaku mengirimkan link tertentu untuk mencuri data korban. Sedangkan saat ini, link itu sudah diganti menggunakan aplikasi.

"Begitu aplikasi terinstal, dia mencuri semua data sensitif yang ada di ponsel korban," tegas Agung.

Karena itu, Agung meminta masyarakat semakin waspada dengan kejahatan perbankan dengan modus sniffing ini.

Jika ada yang mengirim aplikasi dengan eksistensi APK agar tidak diklik.

Demikian juga jika ada yang menghubungi lewat nomor yang tidak dikenal, agar tidak ditanggapi.

Jika terlanjur mengklik aplikasi yang dikirim pelaku, disarankan secepatnya menghubungi pihak bank agar lekas diblokir.

"Tanpa blokir dari pihak bank, dikhawatirkan pelaku akan menggunakan data perbankan kita untuk melakukan transaksi," pungkas Agung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved