Berita Gresik

Nenek di Gresik Diduga Dianiaya 4 Debt Collector Sampai Memar, Menantu Juga Dianiaya

nenek warga Desa Raci Wetan, Bungah, Gresik, melapor kelompok orang penagih utang (debt collector) yang menganiaya dirinya ke polisi.

Penulis: Sugiyono | Editor: irwan sy
sugiyono/surya.co.id
Shoidah didampingi Ajib seusai laporan di Polsek Bungah Gresik, Rabu (7/12/2022). Shoidah dianiaya oleh debt collector. 

Berita Gresik

SURYA.co.id | GRESIK - Shoidah (49), seorang nenek warga Desa Raci Wetan, Bungah, Gresik, melapor kelompok orang penagih utang (debt collector) yang menganiaya dirinya ke polisi.

Laporan tersebut karena perbuatan kelompok debt collector tersebut mengancam keselamatan dan nyawanya, Rabu (7/12/2022).

Kejadian tersebut menimpa Shoidah saat 4 debt collector yaitu MA (40) warga Desa Sumberejo Kecamatan Manyar, bersama HJM (55) warga Jalan Walisongo, Desa Sungolegowo, Kecamatan Bungah, Khusnulatif (30) dan seorang yang tidak dikenal datang ke rumahnya untuk menagih utang terhadap menantu Shoidah yaitu Ajib (39).

“Mereka datang ke rumah menanyakan menantu saya Ajib. Setelah Ajib datang, tiba-tiba langsung dikeroyok empat orang tersebut. Saya berusaha melerai, tapi ditendang oleh mereka. Akibatnya, mengalami luka memar di paha dan siku tangan kanan,” kata Shoidah, dengan didampingi Ajib seusai laporan di Polsek Bungah.

Aksi menagih utang yang brutal tersebut juga mengancam pemilik rumah, bahwa akan melaporkan ke Polisi jika menyebarkan video kekerasan.

Sementara Ajib menambahkan, penagihan utang itu sudah diangsur secara baik-baik.

Namun, karena ada ancaman dan kekerasan sehingga ditunda beberapa bulan.

“Kalau dibicarakan dengan baik, kita mau mengangsurnya,” kata Ajib.

Laporan tersebut diterima petugas Polsek Bungah yaitu Aipda Moh Maksum dan diberi tanda terima dan dapat digunakan seperlunya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved