Berita Surabaya

Dosen dan Mahasiswa Unair Edukasi Cegah Pernikahan Dini Kepada Para Siswa SMA

Lomba poster mewarnai kegiatan edukasi pencegahan pernikahan dini yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair) di SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep. 

Penulis: Zainal Arif | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Dr Eighty Mardiyan K dr SpOG (K) saat menunjukkan poster karya para siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep, soal pencegahan pernikahan dini. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Lomba poster mewarnai kegiatan edukasi pencegahan pernikahan dini yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair) di SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep. 

Sebanyak 12 poster karya para siswa, telah dinilai dan sudah ditentukan juaranya. Di mana juara 1 diraih oleh Wardatus Syarofatul Jamiliyah, kemudian juara 2 Nandita Apriliana dan Juara 3 didapatkan oleh Fera Elis.

Lomba poster tersebut, menjadi puncak kegiatan pengabdian masyarakat yang diawali kehadiran tim dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi Unair pada tanggal 19 November 2022 lalu.

Kegiatan yang dilakukan, berupa pemberian edukasi tentang kesehatan reproduksi dan psikologi remaja oleh Dr Eighty Mardiyan K dr SpOG (K), staf Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran dan Dr Nur Ainy Fardana N M Si Psikolog dari Fakultas Psikologi.

Para siswa juga memperoleh buku terkait pernikahan dini, tinjauan aspek kesehatan reproduksi dan psikologi yang sudah ber-ISBN yang merupakan karya dua pemateri bersama mahasiswa yang terlibat.

Mahasiswa itu di antaranya Cahyani Tiara Safitri, Agde Muzaky Kurniawan, Nur Anisah Rahmawati dan Vina Firmanty Mustofa.
  
Selain materi edukasi terkait risiko pernikahan dini, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diisi dengan workshop Basic Communication Skill yang disampaikan oleh Rosda Rosdiyana S Keb Bd. 

Tak hanya itu, materi tentang pembuatan poster digital juga disampaikan oleh Rohiim Aiful S Kom, di mana setelahnya siswa diberikan penugasan sekaligus mengikuti lomba poster.

Ketua tim pengmas, Dr Eighty berharap, siswa dapat memiliki kemampuan untuk membagikan ilmu pengetahuan yang diperolehnya serta dapat menyusun media promosi kesehatan sesuai dengan kemajuan teknologi.

“Poster menjadi salah satu media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan. Poster dapat menjadi media kesehatan yang paling efektif, paling ekonomis dan paling rasional," ungkap dr Eighty kepada SURYA.CO.ID, Rabu (7/12/2022).

"Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, semoga siswa dapat menyebarkan pengetahuannya tentang risiko pernikahan dini,” imbuhnya.

Menurut dr Eighty, pernikahan dini masih menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi. Ini menjadi salah satu prioritas selain di luar nikah, aborsi ilegal, ancaman infeksi menular seksual (IMS), kekerasan seksual, masalah psikologis seperti postpartum blues dan lain sebagainya.

“Kasus kesehatan reproduksi lainnya dapat menjadi sebuah konsekuensi dari adanya pernikahan dini,” tegasnya.

Berdasarkan data, jumlah remaja di Jawa Timur tahun 2020 menduduki peringkat kedua se-Indonesia, yaitu dengan jumlah 5.976.856 jiwa. 

Meskipun demikian, kenyataannya kasus permasalahan remaja di Jawa Timur juga banyak, seperti masih maraknya pernikahan usia dini terutama di kota kecil atau daerah kabupaten yang cenderung pedesaan. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved