Berita Gresik

Wujudkan Three Zero, Wabup Gresik Bu Min Ajak Masyarakat Kompak Cegah HIV/AIDS

Data kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Gresik pada Oktober 2022, sebanyak 162 orang. Ini meningkat hampir 3 kali dibandingkan tahun 2021.

Penulis: Sugiyono | Editor: Cak Sur
Istimewa
HIV/AIDS - Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah (Bu Min) saat talk show dalam kegiatan memperingati Hari AIDS Sedunia, Senin (5/12/2022).  

SURYA.CO.ID, GRESIK - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik menggelar Talk Show memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2022 bertema 'Satukan Langkah Cegah HIV Semua Setara Akhiri AIDS', di Aula Masjid Agung Gresik (MAG), Senin (5/11/20022). 

Kegiatan tersebut melibatkan organisasi perempuan di antaranya, Muslimat, Fatayat, Aisiyah, Dharma Wanita, TP PKK, Bhayangkari dan Persit. 

Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah (Bu Min) yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2022 mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri HIV/AIDS tahun 2030.

"Indonesia memiliki tantangan besar, untuk bisa mencapai 95-95-95 (Triple 95). Berdasarkan data sampai akhir Juni 2022, ada 85 persen orang dengan HIV/AIDS (ODHIV). Pada usia produktif antara 20 sampai 49 tahun," kata Bu Min.

Lebih lanjut Bu Min menambahkan, tantangan besar yaitu upaya pencegahan yang belum optimal. 

"Kasus HIV di kawasan Asia tenggara menyumbang 10 persen dari total beban HIV di seluruh dunia. Di Indonesia prevalensi HIV di sebagian besar wilayah adalah 0,26 persen," katanya. 

Menurut Bu Min, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, telah terjadi kemajuan dalam penanggulangan HIV/AIDS di dunia, termasuk Indonesia. 

"Secara global epidemi HIV mengalami penurunan sekitar 33 persen sejak tahun 2001. Sehingga pada tahun 2012, diperkirakan terjadi sekitar 2,3 juta infeksi baru pada dewasa dan anak," ungkap Bu Min

Selain itu, kematian yang dikaitkan dengan AIDS menurun sampai 30 persen sejak 2005. Kematian terkait AIDS, menurun dari puncaknya pada tahun 2004 dengan 1,7 juta kematian, terkait AIDS per tahun. Dan menjadi 770.000 kematian terkait AIDS pada tahun 2016. 

"Hal itu akibat peningkatan akses pengobatan ARV, termasuk kematian yang dikaitkan dengan TBC, juga menurun sampai 30 persen sejak 2004," jelasnya. 

Sementara,  data kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Gresik pada Oktober 2022, sebanyak 162 orang. Ini meningkat hampir 3 kali dibandingkan tahun 2021, ada 65 kasus.

Hal ini menunjukkan penularan yang tinggi. Sekitar 49 persen berasal dari laki-laki sex laki-laki (LSL/Homosex). Selain itu, ada anak-anak, remaja, Ibu rumah tangga, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) atau narapidana. 

 "Rasanya miris dan sangat prihatin melihat data ini, untuk itu mari bersama-sama berperan serta dalam penanggulangan HIV/AIDS," ajak Bu Min

Dari pentingnya pencegahan HIV/AIDS di masyarakat, Bu Min meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) berkolaborasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik, sesuai tugas dan fungsi masing-masing supaya bisa bekerja sama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Gresik. 

"Sehingga, target Three Zero, Zero Kasus Baru HIV - Zero Kematian AIDS - Zero Diskriminasi, bisa terwujud di tahun 2030," tandas Bu Min.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved