Berita Tulungagung

Ujian Seleksi Calon Anggota PPK Tulungagung Dimulai, Hari Pertama 17 Orang Tidak Datang

"Yang kinerjanya baik tentu akan diperpanjang. Yang kurang baik akan dievaluasi, diganti yang lebih baik," tegas Amar.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Calon peserta seleksi PPK Tulungagung mendapat pengarahan sebelum mengikuti ujian berbasis komputer (CAT), Selasa (6/12/2022). 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Sebanyak 911 peserta mengikuti ujian seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilu 2014, Selasa (6/12/2022). Ujian dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) tersebut dipusatkan di SMAN 1 Kedungwaru.

Menurut Koordinator Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Tulungagung, Muchammad Amarodin, ujian calon PPK itu dilakukan selama dua hari.

Hari pertama, Selasa (6/12/2022) diikuti sebanyak 500 peserta, dan pada Rabu (7/12/2022) ada 411 peserta. "Setiap hari ada lima sesi. Setiap sesi ada 100 peserta," terang Amar, saat ditemui di lokasi ujian.

Dilanjutkan Amar, minat warga Tulungagung untuk mendaftar PPK merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Sebelumnya ada 1.654 peserta yang mendaftar ke KPU Tulungagung. Namun setelah melewati tahap seleksi administrasi, hanya 911 orang yang dinyatakan lolos. "Dan 911 orang itu yang berhak mengikuti seleksi tertulis," ucap Amar.

Materi tes ada 75 soal, terdiri dari wawasan kebangsaan, kepemiluan dan kompetensi dasar. Nantinya setiap kecamatan akan diambil 15 orang. Dari 15 calon peserta ini akan diseleksi lagi lewat wawancara. "Hasil wawancara ini akan memilih lima PPK di setiap kecamatan. Mereka yang nantinya akan dilantik," terang Amar.

Sesuai jadwal yang telah disusun KPU, PPK terpilih akan dilantik pada awal Januari 2023, dan mereka akan bertugas hingga April 2024. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi dan perpanjangan, karena sudah masuk tahap pemilihan.

"Yang kinerjanya baik tentu akan diperpanjang. Yang kurang baik akan dievaluasi, diganti yang lebih baik," tegas Amar.

Ketua PPK akan menerima honor Rp 2,5 juta per bulan. Jumlah ini meningkat dibanding Pemilu 2019, yang sebesar Rp 2 juta per bulan.

Selama pelaksanaan tes seleksi PPK ini banyak peserta yang tidak hadir. Misalnya saja, di sesi pertama dan kedua sudah ada 17 peserta yang tidak hadir. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved