Berita Surabaya

Gangster di Surabaya Disebut Ada yang Punya Air Soft Gun, Polisi Curigai Ada Aktor Intelektual

Kelompok gangster di Surabaya yang beranggotakan anak-anak usia belasan tahun, dicurigai polisi diciptakan oleh oknum-oknum yang akrab dengan kriminal

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
Ilustrasi/gallery4share
Ilustrasi gangster memegang senjata. Kelompok gangster di Surabaya, disinyalir polisi memiliki senjata berupa air soft gun. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kelompok gangster di Surabaya memang perlu segera diberantas. Kelompok anak-anak usia belasan yang belakangan doyan membuat rusuh Kota Pahlawan itu, diduga tidak hanya mempunyai senjata belati atau celurit. Namun, juga senjata berupa air soft gun.

Sangkaan tersebut tercetus dari peristiwa penyerangan warkop di Kawasan Keputih, Kecamatan Sukolilo, beberapa hari lalu.

Polisi ketika melakukan olah TKP mendapati kaca televisi (TV) retak. Kaca TV itu pecah akibat ada lubang bekas tembakan. Nah, disinyalir kaca TV itu berlubang akibat terkena tembakan peluru air soft gun.

Bukti tersebut membuat polisi curiga ada aktor intelektual dibalik eksistensi gangster di Surabaya.

Baca juga: Disinyalir Ada 37 Gangster di Surabaya, Polisi Telah Mengidentifikasi di Media Sosial

Baca juga: Kerap Buat Gaduh di Surabaya, Panglima Geng Guk-Guk Diciduk, Terakhir Serang 2 Korban Pakai Celurit

Baca juga: Cegah Gangster Eksis Lagi di Surabaya, Polisi Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

Sebab, terlalu mustahil apabila kelompok gangster yang didominasi usia remaja bisa mempunyai senjata air soft gun. Mengingat, untuk memiliki senjata ini ada banyak syarat yang harus dipenuhi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, dugaan gangster diciptakan oleh oknum-oknum yang akrab dengan kriminalitas tengah didalami polisi.

Salah satu strateginya yakni dengan gencar melakukan patroli siber. Cara tersebut dipilih karena semula fenomena gangster muncul akibat perang konten-konten gagah-gagahan di jalan yang kemudian diunggah di media sosial.

"Fenomena ini sudah mengancam jiwa masyarakat. Makanya perlu segera diberantas. Akun-akun penyebar konten gagah-gagahan ini sudah banyak yqng terdeteksi. Selanjutnya kami akan melibatkan tim INAFIS dan Dispenduk untuk melakukan investigasi identitas orang-orang dibalik gangster," katanya.

Kapolrestabes mengurai, pihaknya ingin langsung memburu pengelola akun konten gangster lantaran ada fakta anggota gangster dalam satu kelompok banyak yang tidak saling mengenal.

Disebutkan, mereka terlalu lugu ketika ditanya motif melakukan aksi teror. Maka, ada dugaan orang-orang dibalik gangster memiliki maksud ingin membuat kisruh Surabaya dengan memanfaatkan keluguan anak-anak. 

"Buktinya ketika kami interogasi banyak yang bilang tidak tahu apa-apa. Makanya masyarakat jangan anggap masalah ini sepele. Ayo ikut berantas, minimal dengan mencegah anak-anak keluyuran malam," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved