Berita Lamongan

Bayi Hidrosefalus di Lamongan Ini Menguras Air Mata, Orangtuanya Pasrah 3 Kali Operasi Tidak Sembuh

Diandra adalah anak kedua yang lahir pada 5 Juli 2022. Awalnya, ia lahir normal dan tumbuh layaknya bayi umumnya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Diandra Putra Nur Ardianzah, bayi penderita Hidrosefalus di Lamongan. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Hidrosefalus sudah hampir sulit ditemui terjadi pada anak-anak atau lansia di era sekarang. Namun ternyata di Lamongan, ada seorang balita berusia 6 bulan yang kini terbaring lemah di rumah sakit, akibat mengidap penyakit kelebihan cairan rongga otak tersebut.

Balita bernama Diandra Putra Nur Ardianzah adalah anak kedua dari pasangan suami istri Ardi (30) dan Desi (30) asal Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong. Kondisi bayi tak berdosa itu membuat siapa pun yang melihatnya bakal trenyuh dan menangis.

Diandra terlihat lemah dalam ranjang perawatan di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Dengan selang infus serta jahitan di kulit, Diandra tentu merasa risih dan hanya bisa menangis saat menahan sakit. Sang ibu pun tidak mampu membendung air matanya.

Sebenarnya ia sudah tiga kali melalui operasi untuk mengurangi kelebihan cairan di kepalanya, namun ternyata belum juga ada tanda-tanda membaik. Kini orangtuanya berharap, rencana operasi keempat bisa memberi kesembuhan.

Kepala Diandra tetap besar dan belum terlihat mengecil, normal seperti anak sebayanya. Kedua orangtuanya hanya bisa pasrah setelah berusaha maksimal mengobatkan anaknya. "Sampun 3 kali operasi," aku Desi, ibu Diandra, Selasa (6/12/2022).

Diandra adalah anak kedua yang lahir pada 5 Juli 2022. Awalnya, ia lahir normal dan tumbuh layaknya bayi umumnya. Namun ketika berusia 2 bulan, ungkap Desi, putranya mulai menunjukan gejala panas, rewel dan kepalanya membesar tidak ideal.

"Pada usia dua bulan, kondisi kesehatan (Diandra) terus menurun sampai sekarang ini. Mulai awalnya panas hingga kejang, sampai perubahan ukuran kepala," tutur Desi.

Desi mengabarkan saat ini putranya sedang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya setelah beberapa bulan lalu mendapat perawatan di RSUD dr Soegiri Lamongan. Setelah beberapa bulan di Lamongan, balita itu dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, dan Desi hanya berharap anaknya kuat melawan penyakitnya.

Ia berterima kasih kepada Muspika Brondong yang membantu menggalang dana untuk operasi Diandra sat peringatan HUT Korpri beberapa waktu lalu. Karena biaya operasi tentu tidak kecil karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh di pabrik pengolahan ikan.

Ia juga berdoa agar ada keajaiban untuk kesembuhan Diandra. Desi ingin putra keduanya bisa tumbuh normal. Selain kepalanya membesar, Diandra juga didiagnosa menderita radang paru-paru. Kini Desi dan suaminya hanya bisa pasrah menemani putranya selama perawatan. ****

 

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved