Berita Surabaya

Adi Sutarwijono Dukung Gagasan Walikota Surabaya Fasilitasi Sekolah Kebangsaan bagi Anggota Gangster

Surabaya diresahkan dengan munculnya fenomena gangster yang membuat onar. Video-video ulah mereka tersebar melalui grup WA dan media sosial

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Adrianus Adhi
Foto dari DPRD Surabaya
Perkuat Karakter - Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono bersama Kapolrestabes Surabaya saat menghadiri pertukaran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di Universitas Dr Soetomo Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA SURABAYA - Surabaya diresahkan dengan munculnya fenomena gangster yang membuat onar. Video-video ulah mereka tersebar melalui grup WA dan media sosial. Ada yang menunjukkan aksi tawuran dengan membawa senjata tajam dan melemparkan petasan.

Video juga memperlihatkan para remaja itu pamer senjata tajam dengan geng motornya. Balapan liar di jalan raya pada malam hari serta aksi-aksi yang membahayakan diri dan warga masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, TNI, Polri dan berbagai elemen masyarakat mengecam keras, dan bergerak serentak menyikapi fenomena yang meresahkan itu. Wali Kota Eri Cahyadi pun turun tangan bersama aparat keamanan, mengobrak dan merazia balapan liar serta senjata tajam. Aparat Polri, TNI dan Satpol PP terus menggencarkan operasi dan razia.

Kalangan legislator pun bersuara dan bergerak. Dengan jaringan-jaringan sosial yang bisa diakses, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Surabaya pun ikut turun untuk memperkuat situasi agar makin kondusif. “Kita prihatin, kenakalan remaja itu telah meresahkan warga dan membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, Selasa (6/12/2022).

Dalam salah satu video yang beredar lewat grup WA, terlihat pula korban tewas dengan pendarahan tergeletak di jalan. Korban adalah pelaku balapan liar di jalan.

"DPRD Surabaya mendukung segenap upaya dalam memberantas gangster. Menangkap para pelakunya, terutama dalang atau aktor utamanya. Dan, tentu saja juga memberikan edukasi pada para remaja itu. Kikis habis gengster!” tegas Adi.

Alumnus FISIP Unair ini menyambut baik gagasan Wali Kota Eri Cahyadi yang memfasilitasi sekolah kebangsaan bagi anggota gangster. Agar mereka sadar dan mengerti bahwa Surabaya dibangun dengan kerja keras semua pihak serta gotong royong dan saling bekerjasama. Makanya Surabaya disebut sebagai kota nyaman dan hijau.

Adi yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini juga mengingatkan pentingnya rumah kebangsaan di Surabaya yang digagas kalangan mahasiswa beberapa waktu lalu. Tempat untuk membangun kesadaran kolektif sebagai warga bangsa. Para generasi muda dapat mengekspresikan rasa cinta kepada Tanah Air. “Semoga segera terwujud," kata Adi.

Maksimalkan CCTV
Selain itu, Pemkot Surabaya juga harus mengerahkan ribuan CCTV di jalan-jalan raya dan perkampungan. Ini untuk memantau aksi gangster, kenakalan remaja, tindak kriminal, tawuran, dan aksi semacamnya. Juga harus memasang lampu-lampu penerangan di jalan-jalan dan perkampungan yang rawan kejahatan.

"Segala daya harus dikerahkan. Apalagi ini menjelang momen Hari Natal dan Tahun Baru, yang pasti membutuhkan pelipatgandaan pengamanan," kata Adi.

Pengamanan Surabaya juga harus melibatkan RT, RW, LPMK dan tokoh-tokoh masyarakat, para ulama serta para pemuka agama. Agar melalui jejaring sosial, bisa dihimbau warga dan digerakkan menjaga lingkungan tempat tinggal dan wilayahnya masing-masing.

"Mari bergerak, holopis kuntul baris. Bergotong royong menjaga Surabaya sebagai rumah bersama yang guyub dan aman bagi seluruh warga masyarakat," pungkas Adi. (fai)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved