Breaking News:

Berita Surabaya

Tes Tulis Rekrutmen PPK Pemilu 2024 di Jawa Timur Akan Diikuti 19.191 Peserta, Kebutuhan Total 3.330

Sebanyak 19.191 orang di Jawa Timur akan mengikuti tes tulis dalam tahapan rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan (SDM dan Litbang) KPU Jatim, Rochani. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 19.191 orang di Jawa Timur akan mengikuti tes tulis dalam tahapan rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024.

Rencananya, masa tes tulis berlangsung secara serentak mulai Selasa (6/12/2022) besok. 

Jumlah 19.191 orang itu. merupakan pendaftar yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Sebelumnya, akumulasi pendaftar calon PPK di seluruh Jatim berjumlah 30 ribu lebih. Sementara, total kebutuhan PPK di Jatim adalah 3.330 orang. Dari proses seleksi administrasi, ternyata didapati 8.956 tidak lulus.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan (SDM dan Litbang) KPU Jatim, Rochani mengatakan, sebagaimana rencana, masa tes tulis akan berlangsung selama dua hari. 

"Tes tulis akan dilaksanakan secara serentak mulai tanggal 6 Desember 2022 dan dapat dilanjutkan bergelombang sampai tanggal 7 Desember 2022, dengan memperhatikan jumlah perangkat yang tersedia," kata Rochani, Senin (5/12/2022). 

Dengan sistem offline dan localhost, pelaksanaan tes tulis akan menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test) dengan sistem yang dibangun oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) KPU.

Menurut Rochani, hasil tes tulis akan diketahui secara kolektif, setelah satu kecamatan selesai melaksanakan CAT pada hari yang sama dan hasil dipublikasikan per kecamatan.

Kemudian, KPU kabupaten/kota memutuskan dalam pleno untuk mengambil paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan pada nilai tertinggi yang lulus Seleksi tulis. 

"Seleksi tertulis bertempat di mitra kerja KPU yang menyediakan perangkat, yaitu di sekolah (SMA, SMK), Perguruan Tinggi, BKPSDM Pemda masing-masing kabupaten/kota," tutup Rochani

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved