Berita Nganjuk

Rokok Tanpa Cukai Masih Beredar di Nganjuk, Razia Gabungan Sita 3.660 Batang dari Toko dan Warung

Sedangkan dalam kegiatan razia tersebut, tim gabungan mengamankan 3.660 batang atau 183 pak rokok ilegal

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Hasil kegiatan razia rokok ilegal yang dilakukan tim gabungan Satpol PP Nganjuk dan petugas kantor Bea Cukai Kediri di sejumlah warung dan toko. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Perang melawan peredaran rokok bodong alias rokok yang dijual tanpa pita cukai resmi, sudah gencar dilakukan. Tetapi masih banyak rokok ilegal yang beredar di Kabupaten Nganjuk, dan itu diketahui dari hasil razia gabungan Satpol PP bersama Kantor Bea dan Cukai Kediri ke sejumlah toko dan warung di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Satpol PP Nganjuk, Suharono menjelaskan, adanya temuan tersebut menandakan masih ada peredaran rokok illegal di wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Untuk itu, kami bersama tim gabungan dari Bea Cukai Kediri bersama Asisten Ekbang dan Dinas Kominfo akan terus melakukan operasi ke kios-kios. Ini sebagai upaya kami untuk mengamankan pajak cukai yang masuk ke negara," kata Suharono, Senin (5/12/2022).

Dikatakan Suharono, pihaknya mengimbau masyarakat Nganjuk apabila menemukan toko maupun penjual rokok tanpa cukai agar melaporkan ke kantor Satpol PP dan Bea Cukai Kediri. Dan itu sebagai upaya pengawasan dan menekan peredaran rokok ilegal di Nganjuk.

Lebih lanjut diungkapkan Suharono, dari razia yang dilakukan telah diamankan barang bukti rokok ilegal. Temuan rokok ilegal tersebut selanjutnya dilaporkan ke Bea Cukai. Dan untuk pedagang diberikan pembinaan dengan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. "Karena itu perbuatan melanggar hukum dan merugikan negara," ucap Suharono.

Sedangkan dalam kegiatan razia tersebut, tim gabungan mengamankan 3.660 batang atau 183 pak rokok ilegal. Barang bukti tersebut didapatkan petugas gabungan dengan menyisir kios rokok yang tersebar di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Loceret, Kecamatan Pace, Kecamatan Berbek dan Kecamatan Ngetos.

Di salah satu kios di Desa Berbek Kecamatan Berbek, petugas mendapati enam pres atau 720 batang rokok tanpa pita cukai merek Bintang 7. Dan rokok ilegal lainnya ditemukan di tiga kecamatan yang menjadi target operasi dengan berbagai jenis merek. Temuan tersebut kemudian didata dan diamankan sebagai barang bukti.

Untuk modus peredaran rokok ilegal di Kabupaten Nganjuk, tambah Suharono, yakni masih sama dengan sebelumnya. Yakni para pedagang sekadar dititipi oleh sales yang tidak dikenal. "Di mana kios yang sering jadi sasaran para sales rokok ilegal tersebut mayoritas berada di wilayah pelosok atau perbatasan wilayah Kabupaten Nganjuk," tutur Suharono. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved