Berita Surabaya

Perpustakaan Nasional Siapkan 3 Juta Konten Kreatif Dalam Rangka Transformasi Digital

Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi digelar di Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
IST
(Dari kiri ke kanan) Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Jazuli, di acara Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi di Hotel Sava Surabaya, Senin (5/12/2022). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan stan berisi aneka produk kreatif dari 33 daerah provinsi di Indonesia memenuhi stan di Hotel Sava Surabaya, Senin (5/12/2022).

Di Kota Pahlawan inilah digelar Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi.

Antardaerah bisa saling bertukar ilmu dan kreativitas dalam pengembangan Perpustakaan di era digital begini.

Stan-stan itu adalah bagian dari olah kreatif Perpus daerah, mulai aneka makanan khas, kerajinan dan olah tangan kreatif daerah tersaji di setiap stan.

Stan-stan tersebut mengundang perhatian Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando dan Komisi X DPRI RI Zainudin Maliki dan Nur Purnamasidi.

Mereka betah keliling sambil meninjau hasil kreatif di setiap daerah.

Selain 33 provinsi ada juga stan dari kabupaten dan kota di Indonesia.

"Bisa dilihat betapa kreatifnya daerah kita. Ini potensi. Perpusnas akan mentransformasi diri dengan digital berbasis konten kreatif. Kami akan launching 3 juta konten kreator awal 2023 besok," kata Kepala Perpusnas Syarif.

Saat ini Perpusnas terus menjalankan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), termasuk menggelar pertemuan naisoanal di Surabaya.

TPBIS dijalankan di perpustakaan tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa/kelurahan.

Syarif menegaskan bahwa era saat ini jangan sampai Gedung Perpus itu hanya gudang buku.

Harus dijadikan lembaga Perpus di era digital memberi nilai tambah pada masyarakat.

Transformasi Perous harus memberi nilai manfaat dan nilai sejahtera untuk masyarakat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved