Berita Tulungagung

Disergap Polisi Karena Edarkan Miras di Tulungagung, 3 Warga Hanya Dikenai Wajib Lapor

Polisi mengamankan PR, perempuan berusia 55 tahun dengan barang bukti 11 botol miras, dan uang Rp 75.000 hasil penjualan miras.

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Anggota Satnarkoba Polres Tulungagung menangkap tiga orang terduga pengedar minuman beralkohol atau minuman keras (miras) di Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Kamis (1/12/2022) malam. Tiga orang ini terdiri dari seorang laki-laki dan dua perempuan.

Menurut Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipti M Anshori, sebelumnya ada laporan masyarakat terkait peredaran miras di Desa Pucunglor. "Dari laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya ada tiga orang yang diamankan dengan barang bukti masing-masing," terang Anshori, Senin (4/12/2022).

Penangkapan pertama dilakukan kepada GP (60), warga Desa Pucunglor sekitar pukul 23.00 WIB. Dari GP, polisi menyita 24 botol minuman beralkohol jenis Orang Tua, 7 botol Iceland, dan 1 botol miras merek Drum.

Setelah mengamankan GP, polisi lalu mengamankan perempuan berinisial RY (38), asal Desa/Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. "RY adalah warga Blitar, namun berjualan miras di wilayah Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru," sambung Anshori.

Dari RY, polisi mengamankan uang tunai hasil penjualan miras dan botol bekas minuman keras. Polisi lalu menyasar Warkop Mbak Pur di Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru pada pukul 23.45 WIB.

Polisi mengamankan PR, perempuan berusia 55 tahun dengan barang bukti 11 botol miras, dan uang Rp 75.000 hasil penjualan miras. "Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun. Mereka dikenai wajib lapor," tegas Anshori.

Polisi kini tak lagi menggunakan pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk pengedar miras. Para tersangka dijerat dengan pasal 106 juncto pasal 24 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan pidana penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp 10 miliar

Polisi juga menggunakan pasal 142 jo 91 (1) UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman pidana penjara selama 2 tahun dan ancaman pidana denda sebesar Rp 4 miliar. "Kami berharap masyarakat ikut melapor jika ada peredaran miras ilegal. Karena miras ini bisa memicu kejahatan lain," pungkas Anshori. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved