Berita Surabaya

Daikin Investasi Pabrik Senilai Rp 3,3 Triliun untuk Kukuhkan Posisi Puncak Pasar AC di Indonesia

Daikin merealisasikan investasinya di Indonesia dengan memulai pembangunan fasilitas produksi atau pabrik senilai Rp 3,3 triliun.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Daikin
Dari kiri ke kanan: Wakil Ketua Bidang Perencanaan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal RI Nurul Ikhwan, bersama Staf Khusus Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Lambock V Nahattands, Member of The Board, Senior Executive Officer Daikin Industries Yoshihiro Mineno, Direktur Jendral ILMATE Kementerian Perindustrian RI Taufiek Bawazier, President Director PT Daikin Industries Indonesia Khamhaeng Boonthavee, dan Anggota DPD Republik Indonesia Agustin Teras Narang, serta Anggota Komisi VI DPR-RI Darmadi Durianto, saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik Daikin di kawasan Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Produsen elektronik Air Conditioner (AC) Daikin merealisasikan investasinya di Indonesia dengan memulai pembangunan fasilitas produksi atau pabrik senilai Rp 3,3 triliun.

Menempati lahan seluas 204,000 meter persegi pada kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, pabrik AC Daikin ini dirancang memiliki kapasitas produksi penuh mencapai 1,5 juta unit pada setiap tahunnya.

Pembangunan fase pertama fasilitas produksi ini mencapai luas 51,000 meter persegi.

Dijadwalkan memulai produksi perdananya pada Desember 2024 mendatang, dengan tahun produksi tahun pertama ditarget di kisaran 500,000 unit.

“Keberadaannya menjadi bagian strategi kami mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar AC di Indonesia yang bakal mengalami peningkatan signifikan pada permintaan AC untuk hunian kedepannya,” kata Yoshihiro Mineno, Member of The Board and Senior Executive Officer Daikin Industries Limited, Sabtu (3/12/2022).

Hal ini tak lepas dari pasar Indonesia yang memiliki populasi terbesar kelima di dunia dengan 270 juta jiwa dan diperkirakan bakal mencapai 300 juta pada tahun 2030.

Dengan rencana Indonesia berinvestasi di berbagai bidang termasuk infrastruktur perkotaan, sumber daya manusia dan pengembangan industri, Daikin melihat Indonesia tengah memperkuat visi menjadi negara terbesar kelima dalam Pendapatan Domestik Bruto pada 2045 nanti.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang dipicu kenaikan masyarakat dengan tingkat penghasilan menengah inilah yang diprediksi akan meningkatkan permintaan AC bagi kebutuhan hunian.

Di Indonesia, Daikin terhitung telah beroperasi sepanjang 52 tahun dengan menggandeng PT Imora Makmur dan PT Budiman Kencana Lestari sebagai mitranya.

Untuk mendukung operasionalnya, Daikin memiliki tiga belas kantor cabang dengan kantor pusat berada di Jakarta yang menangani pemasaran dan layanan purna jual.

Dengan jaringan distribusi di berbagai daerah di Indonesia, Daikin tercatat sebagai pemimpin pasar AC hunian dalam negeri dengan penguasaan mencapai 35,5 persen.

Lebih lanjut, Yoshihiro mengatakan, dalam operasionalnya nanti, pabrik Daikin ini akan mengadopsi teknologi canggih terkini termasuk didalamnya pemanfaatan IoT (Internet of Things) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI).

"Hal itu merupakan dukungan Daikin untuk sejalan dengan pengembangan industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah Indonesia," ungkap Yoshihiro.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved