Breaking News:

Berita Jember

20 Tahun Hidup Dalam Kegelapan, Warga Desa Gunung Pasang Jember Akhirnya Nikmati Aliran Listrik PLN

David Handoko Seto menambahkan, dengan dialirkannya listrik ini, warga bisa merasakan penerangan dengan biaya yang murah

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
surya/imam nawawi
Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan Perumda Perkebunan Kahyangan Jember, Moh Izmaul Haqqi bersama Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto meresmikan pemasangan listrik di Dusun Gaplek, Desa Suci, Kecamatan Panti, Senin (5/12/2022). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Ternyata belum semua wilayah di Kabupaten Jember mendapat aliran listrik, seperti yang selama 20 tahun dilalui warga Dusun Gaplek, Desa Suci, Kecamatan Panti. Selama itu pula mereka bak hidup dalam kegelapan, alias tak pernah mendapat aliran listrik dari PLN meski kini semuanya bakal berakhir.

Karena Senin (5/12/20222) menjadi hari bersejarah bagi ratusan warga desa di kaki Gunung Pasang itu. Sekitar 110 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di wilayah perkebunan paling ujung Utara Perumda Kahyangan Jember, bakal diterangi listrik dari PLN telah menyediakan fasilitas listrik .

Para warga juga merayakan terselesaikannya pengerjaan pemasangan tiang listrik dan kabel penghantar oleh PLN. Bahkan pemancangan tiang itu sampai mengundang anggota DPRD Jember, David Handoko Seto.

Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan Perusahaan Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember, Moh Izmaul Haqqi menjelaskan, masyarakat yang tinggal di kawasan Gunung Pasang sudah lama sekali mendambakan listrik masuk desa.

"Selama ini mereka memang sudah merasakan listrik, tetapi mengambil dari kebun, bukan langsung dari PLN. Sehingga tidak ada alat pengukur listrik seperti ini," kata Haqqi sambil menunjuk speedometer listrik.

Lalu mereka mengajukan penyaluran listrik, melalui partai Nasdem. Haqqi menambahkan, kemudian lembaga tersebut berkolaborasi dengan PLN dan Perumda Kahyangan. "Karena di sini jalurnya belum ada, kemudian PLN menentukan titik-titik lokasi, dan akhirnya terpasang 100 tiang listrik," kata Haqqi.

Selama proses pemasangan tiang listrik, lanjut Haqqi, PLN bersama Perumda harus melakukan pemotongan pepohonan besar berukuran satu meteran, agar bisa dilalui kabel. "Kami eksekusi dan kami juga sudah mendapatkan izin dari penyerta modal. Karena ini adalah kegiatan sosial, supaya warga di sini bisa merasakan listrik," tuturnya.

Anggota DPRD Jember, David Handoko Seto menambahkan, dengan dialirkannya listrik ini, warga bisa merasakan penerangan dengan biaya yang murah. "Sebab selama 20 tahun ini, warga hanya menyalurkan listrik dari perkebunan, dengan pembayaran jauh lebih mahal dari tarif PLN," tuturnya.

"Alhamdulillah atas kerja sama kami dengan PLN dan PDP Kahyangan Jember, dan dorongan kami dari Partai NasDem, listrik bisa terpasang di area Gunung Pasang ini,"imbuhnya

Sekretaris Komisi B DPRD Jember ini juga mengucapkan terima kasih atas bantuan warga setempat, karena telah membantu proses pemasangan listrik. "Sehingga Jember semakin terang benderang, dan harapan saya ini bisa merata di daerah lain. Karena sebagian warga di Gunung Pasang masih ada yang belum teraliri listrik," ulas David.

Nur Sholeh, salah satu warga yang tinggal di Gunung Pasang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena telah mengupayakan aliran listrik di daerah pelosok Jember.

"Karena kita sebelumnya menyambung listrik di perusahaan, dan harganya sangat mahal. Sebulan bisa Rp 200.000 hingga Rp 250. 000 ," kata Sholeh, yang tinggal di RT 1/RW 16 Dusun Gaplek. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved