Berita Sidoarjo

Renovasi Rp 34 Miliar Hampir Tuntas, Kapasitas Rutan Medaeng Naik 400 Tahanan dan Bakal Bebas Banjir

Sehingga, proses renovasi harus dilakukan bertahap. “Ada aspek operasional dan keamanan yang harus kami prioritaskan,” kata Wahyu.

Penulis: M Taufik | Editor: Deddy Humana
surya/m taufik
Gedung baru Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Pembangunan gedung baru Rutan Kelas 1 Surabaya sudah masuk tahap akhir. Progress dari protek senilai Rp 34 miliar di rutan yang berada di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo itu sudah mencapai sekitar 95 persen.

Menurut Plt Kakanwil Kemenkumham Jatim, Agung Krisna, rencananya pada 15 Desember 2022 depan, bangunan rutan sudah bisa diserahterimakan dari pemborong kepada pihaknya.

“Renovasi yang dilakukan meliputi blok hunian A, B, dan kantor teknis. Selama ini kapasitas idealnya hanya 150 tahanan. Namun setelah renovasi tahap I ini, kapasitas hunian bertambah hingga 400 orang tahanan,” kata Agung, Minggu (4/12/2022).

Proses renovasi lapas itu sudah berlangsung sejak 1 Juli 2022 lalu. Untuk itu, pada akhir masa proyek pembangunan nantinya, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi dan monitoring kualitas bangunan. Berikut dokumen-dokumen pendukungnya.

Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya, Wahyu Hendrajati menyebut bahwa untuk menata ulang Rutan Surabaya, pihaknya memerlukan waktu tiga tahun. Selain nilainya yang relatif besar, pihaknya harus mengatur strategi pengamanan untuk para tahanan.

Sehingga, proses renovasi harus dilakukan bertahap. “Ada aspek operasional dan keamanan yang harus kami prioritaskan,” kata Wahyu.

Pada tahap pertama pihaknya merencanakan akan merenovasi tiga gedung utama. Yang terdiri dari dua blok hunian (blok A dan B) serta kantor teknis. Rencananya penataan ulang kompleks Rutan Surabaya akan dilaksanakan dalam tiga tahap atau tiga tahun anggaran, hingga 2024 mendatang.

Renovasi dilakukan karena bangunan yang ada sudah tidak mampu lagi menampung tahanan yang rata-rata setiap tahunnya berkisar 1.500 orang sampai 2.000 orang.

Belum lagi, standar bangunannya juga tidak sesuai dengan ketentuan Kemenkumham. Karena dulu lapas tersebut hanya diperuntukkan sebagai tempat tahanan anak. “Satu masalah lainnya adalah banjir saat musim hujan, sehingga drainase juga kami perbaiki,” tandasnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved