Berita Bangkalan

Miliki Pelatih Berlisensi D dan C AFC, BSA Bangkalan Orbitkan Belasan Pemain Klub-Klub Nasional

Meski seumur jagung, namun BSA sudah menjadi barometer pembinaan sepakbola usia dini di Pulau Madura

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya.co.id/ahmad faisol
Pendiri Bangkalan Soccer Academy (BSA), Imam Syafii berpose bersama pelatih Skotlandia sekaligus Direktur Teknik Youth Development Bhayangkara FC, Simon Alexander McMenemy. 

Imam bukan sosok yang asing di kancah persepakbolaan nasional. Selain sukses mendirikan ISA, BSA, Lamongan Soccer Academy, dan Mataram Soccer Academy, anak pertama dari 9 bersaudara itu juga pernah menjabat Sekretaris PSS Jatim periode 2000-2008 dan menjabat Bidang Pembinaan Usia Dini PSSI periode 2000-2006.

Untuk memperdalam ilmu tentang terkait pengelolaan akademi sepakbola usia dini, Imam mengunjungi beberapa negara untuk melakukan studi banding seperti di Stanford University USA pada 2011. Setahun berikutnya, ia dipercaya sebagai penanggung jawab Real Madrid Academy di Sidoarjo.

Pada tahun 2013, ia mendatangi markas klub sepakbola Inggris, Arsenal untuk mempelajari Arsenal Academy dan dilanjutkan ke Fandi Ahmad Academy di Singapura. Ia kerap diundang sejumlah otoritas sepakbola luar negeri, di antaranya Thailand sebagai keynote speaker di Chiang Mai Academy, Buntonom Academy, dan Anuzon Academy di tahun 2013.

Saat ini pun, Imam masih aktif mendalami ilmu sepakbola modern melalui diskusi-diskusi dengan beberapa pelatih profesional dalam negeri seperti Jacksen F Tiago, Indra Sjafri, serta pelatih luar negeri asal Skotlandia sekaligus Direktur Teknik Youth Development Bhayangkara FC, Simon Alexander McMenemy.

“Terakhir, saya berkesempatan berdiskusi terkait pembinaan usia dini dengan pemain profesional asal Argentina, Gustavo Lopes,” pungkas Alumnus SMA Negeri 1 Bangkalan itu.

Penasehat BSA, H Sa’ad Asjari mengungkapkan, BSA tidak hanya mampu memoles bakat alami dengan pendekatan kurikulum berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dukungan para pelatih berlisensi D dan C AFC, tetapi juga taat terhadap kewajiban selaku pengguna lapangan sepak bola SGB Bangkalan.

“Dukungan Pemkab Bangkalan terhadap BSA luar biasa. Meski demikian, kami tidak lalai dalam memenuhi kewajiban-kewajiban melalui kontribusi terhadap PAD (pendapatan asli daerah). Ada kewajiban rutin setiap bulan, PAD kami penuhi. Bahkan tahun ini kami kontribusi ke PAD senilai Rp 72.450.000,” ungkap mantan Kepala Dispora Bangkalan itu.

Terpenting, lanjutnya, bagaimana BSA mampu memberikan kegiatan positif kepada anak-anak di Madura khususnya asal Bangkalan untuk membentuk punya talenta, komitmen, integritas, dan punya attitude atau perilaku yang baik.

“Sehingga ke depan mereka betul betul siap menjadi penerus kami, generasi yang sudah tua ini. Memang kita harus mempersiapkan, tidak ujug-ujug (mendadak) bisa mencetak pemain handal tanpa melalui metode pendekatan kepelatihan dasar yang tepat dan benar usia dini,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dispora Bangkalan, Akhmad Ahadiyan Hamid mengungkapkan, para siswa binaan BSA jangan sampai berganti domisili atau berpindah sekolah meskipun memperkuat tim-tim profesional seperti Madura United dan Bhayangkara FC.

“Karena ketika kami dihadapkan pada event porprov ataupun Popda, pasti kami butuh mereka. Ketika mereka pindah domisili atau pindah sekolah, tidak bisa kami ikutsertakan untuk membela Bangkalan di cabor sepak bola,” ungkap pria yang akrab disapa Dhiet itu.

Sebelumnya, Dispora Bangkalan sukses menggelar lomba renang berskala nasional, Bangkalan Open Pelajar Swim di kolam renang Goe Pote Bukit Wisata Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Minggu (11/9/2022).

Event memperebutkan Piala Bupati Bangkalan itu diikuti 400 atlet pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang tersebut sekaligus sebagai persiapan Bangkalan menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) November 2022 di Sidoarjo.

Dalam Popda tersebut, Dispora Bangkalan sukses mendongkrak prestasi hingga merangkak naik di peringkat ke-13 klasemen dengan meraup 38 poin dari perolehan 5 medali emas, 2 medali perak, dan 14 medali perunggu.

“Saya bangga dengan kehadiran sekolah sepak bola BSA karena dalam Popda kemarin kita punya tagline, ‘Bangkalan Bektonah Ongge’ (Bangkalan waktunya naik). Bagaimana caranya prestasi olahraga di Bangkalan harus terus naik,” pungkas Dhiet. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved