Berita Lamongan

Proyek 20 Puskesmas Selama 2022 di Lamongan Terancam Tidak Selesai, DPRD Minta Kontraktor Dievaluasi

Dari 20 proyek pembangunan Puskesmas di Lamongan selama 2022, sampai batas akhir pengerjaan ternyata hanya 3 Puskesmas yang selesai

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Salah satu Puskesmas di Lamongan yang masih proses pembangunan. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Banyak proyek pembangunan Puskesmas di Lamongan molor dan terancam tidak selesai sesuai kontrak. Kondisi mendapat perhatian dari DPRD Lamongan setelah menemukan ternyata banyak proyek pembangunan Puskesmas yang progress-nya lamban.

Meski DPRD sudah mengundang Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menggelar rapat evaluasi terkait beberapa proyek yang molor tersebut, Senin (21/11/2022), namun diperkirakan sulit terselesaikan selesai sesuai batas waktu kontrak.

Saat itu rapat dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dr Taufik Hidayat, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan konsultan perencana/ pengawas proyek, yang terfokus pembahasan pembangunan puskesmas yang masih banyak masalah.

Anggota Komisi D DPRD Lamongan, Imam Fadly mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi 20 proyek Puskesmas yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lamongan tahun 2022. Namun hingga akhir pelaksanaan, hanya tiga Puskesmas yang dinyatakan selesai.

"Batas akhir kontrak rata-rata 14 November 2022. Juga ada beberapa yang berakhir 15 Oktober 2022. Tetapi hingga rapat kemarin dilaporkan masih banyak bangunan Puskesmas yang belum selesai," ungkap anggota DPRD dari Fraksi Gerindra itu, Jumat (2/12/2022).

Dalam catatannya, ada empat Puskesmas masing-masing Puskesmas Kembangbahu, Turi, Paciran dan Kedungpring, yang rata-rata nilai fisik bangunannya masih di bawah 75 persen. "Puskesmas Kedungpring sudah proses putus kontrak dengan pelaksana, karena nilai fisiknya saat ditinjau masih sekitar 27 persen " ungkapnya.

Lebih lanjut Fadli mengatakan terkait sanksi yang diberikan kepada para kontraktor sangat bervariasi. "Bisa juga hingga masuk dalam daftar hitam (blacklist). Namun keseluruhan masih diberikan perpanjangan waktu sampai 10 Desember 2022," tambahnya.

Meski ada perpanjangan, namun sanksi denda tetap diberlakukan pada kontraktor. Dan apabila sampai batas akhir perpanjangan waktu ternyata juga belum bisa menyelesaikan, maka perusahaannya bisa di-blacklist.

Sementara Ketua Komisi D-DPRD Lamongan, Abdusomad mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi kepada sejumlah rekanan dan meminta agar secepatnya menyelesaikan proyek-proyek pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat tersebut.

"Kami meminta untuk segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan puluhan Puskesmas itu sebelum batas waktu. Mengingat sebentar lagi sudah tutup tahun anggaran," tutur anggota DPRD Lamongan dari Fraksi PDIP itu.

"Kami juga meminta kepada para konsultan pengawas, agar benar-benar melakukan monitoring kegiatan pembangunan di lapangan dan melaporkan secara berkala," tambahnya.

Data yang dihimpun SURYA per 20 November 2022, ada 20 paket pekerjaan pembangunan Puskesmas di Lamongan dengan nilai kontrak rata-rata sekitar Rp 1 miliar. Dari jumlah tersebut, hanya tiga Puskesmas yang pekerjaannya sesuai batas akhir kontrak yakni tanggal 14 November 2022, yaitu Puskesmas Glagah, Brondong dan Karangpilang.

Sementara delapan Puskesmas belum selesai. Masing-masing Puskesmas Dradah, Sambeng yang batas akhir kontraknya 15 Oktober 2022, kemudian Puskesmas Deket, Ngimbang (kontrak sampai 15 Oktober 2022), Payaman (kontrak sampai 18 Oktober 2022), Kalitengah, Modo dan Babat yang memiliki capaian fisik bangunan sekitar 86-98 persen.

Serta lima Puskesmas yakni Puskesmas Tlogosadang, Sukorame, Maduran, Sumberaji dan Sugio, dengan capaian fisik antara 75 persen sampai 85 persen. Molornya pembangunan Puskesmas ini sebelumnya sudah disidak oleh Komisi C. Namun rekanan masih diberikan tenggang waktu hingga 10 Desember 2022. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved