Berita Lamongan

4 Remaja Lamongan Jadi Tersangka Tewasnya Sesama Pesilat, Diduga Tak Memahami Standar Melatih

Dari pemeriksaan polisi, diketahui bahwa keempat tersangka yang melatih fisik dan diduga menjadi penyebab kematian MRD.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Korban Miqdat Rafa Dafiqi dibawa ambulans menuju rumahnya dari Puskesmas Mantup Lamongan, Kamis (1/12/2022) lalu. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kejadian meninggalnya pesilat saat berlatih, Kamis (1/12/2022) lalu, mendorong penyidik Polres Lamongan bergerak cepat. Tidak sampai 24 jam, polisi telah menetapkan empat orang tersangka yang diduga menjadi penyebab meninggalnya MRD (15) ketika berlatih bersama teman seperguruan di halaman SDN Dusun Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Mantup.

Dari empat pesilat yang ditetapkan sebagai tersangka itu, Jumat (2/12/2022), masing-masing adalah satu pelatih dan tiga lainnya adalah pesilat yang masih di bawah umur.

"Empat pendekar sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian MRD (15) saat latihan Kamis (1/12/2022) pagi, " kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro ketika dikonfirmasi SURYA.

Keempat tersangka diduga telah melakukan kekerasan terhadap MRD saat anggota perguruan silat itu berlatih. Tiga tersangka di antaranya merupakan senior korban, yang termasuk sebagai pelatih. Keempat tersangka itu adalah Fiki (19), AF (16) AR (16) dan MN (16) "Dan satu di antaranya sudah ditahan, " kata Anton.

Dari pemeriksaan polisi, diketahui bahwa keempat tersangka yang melatih fisik dan diduga menjadi penyebab kematian MRD. Ada unsur pidananya, yaitu penganiayaan terhadap anak hingga menyebabkan meninggal.

Saat latihan, keempat tersangka tidak memahami standar melatih. Insiden ini, menurut Anton, menjadi pembelajaran bagi para pendekar agar berhati-hati saat latihan karena ketidaktahuan bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Untuk ketiga tersangka di bawah umur, perkaranya ditangani oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA). Peradilannya juga berlaku bagi anak-anak. "Meski di bawah umur, ketiganya tetap berstatus sebagai jadi tersangka, " tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban bersama puluhan pendekar lainnya, Rabu (30/11/2022) malam berangkat latihan di pelataran SD Negeri Tugu. Latihan berlangsung hingga Kamis (1/12/2022) dini hari.
Dan seperti latihan biasanya, di antara para siswa beradu kekuatan dengan pengawasan pelatihnya yang diawali senam pemanasan. Saat latihan itu, korban meninggal, diduga akibat kekerasan oleh pelatih seniornya.

Korban diduga terkena tendangan, dan tiba-tiba mengeluh merasakan sakit di bagian perut dan dada. Fekan-rekannya kaget, kemudian empat saksi yang kemudian menjadi tersangka segera membawa korban ke Puskesmas. Tetapi korban sudah meninggal sebelum sampai di Puskesmas Mantup. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved