Berita Jember

Program Angkutan Gratis Jember, Hanya 145 Angkot yang Beroperasi Setiap Hari

Dari 161 angkutan kota (Angkot) yang tergabung dalam program angkutan gratis di Kabupaten Jember tersebut, tak semuanya bisa beroperasi.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim timur/imam nawawi
Angkot yang tergabung dalam program Angkutan Gratis Pemkab Jember 2022. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pelaksanaan program angkutan gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sejak 10 November 2022, terkendala di lapangan.

Dari 161 angkutan kota (Angkot) yang tergabung dalam program angkutan gratis di Kabupaten Jember tersebut, tak semuanya bisa beroperasi.

"Tiap hari ternyata tidak semuanya bisa beroperasi, jadi tiap harinya cuma 148, kadang 145, tidak mesti," ujar Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Jember Sujarwo, Kamis (1/12/2022) .

Menurutnya, tidak beroperasinya itu banyak faktor penyebabnya, seperti kendaraan masuk bengkel hingga sopir sakit.

"Kadang juga sopirnya dapat carteran (pesanan luar). Kadang angkotnya ready, tetapi sopirnya sakit, jadi seperti itu," tambah pria yang akrab disapa Jarwo ini.

Oleh karena itu, program angkutan gratis ini akan diperpanjang, supaya anggaran yang telah disiapkan tersebut, bisa terserap semua.

"Ini kan program ini sampai pada tanggal 3 Desember 2022, namun ini akan dilakukan perpanjangan hingga tanggal 6 Desember, karena dari 161 kendaraan, tidak semua bisa beroperasi," tuturnya.

Selama program tersebut, kata Jarwo, setiap angkot dan sopirnya memperoleh subsidi dari Pemerintah Daerah sebesar Rp 200.000 perhari.

"Itu inclode, semua sopir, pemilik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) nya, untuk 161 angkot,"tuturnya.

Setiap supir angkot dilarang menarik uang dari penumpang, disaat jadwal program angkutan gratis.

Jika ketahuan, jatah subsidi dihari tersebut, tidak akan dibayarkan.

"Di luar itu mereka boleh menarik uang dari masyarakat. Tetapi kemari memang ada yang narik ongkos ke penumpang saat jam pelayanan gratis, pada pukul 08.30.tetapi mereka sudah melaksanakan kewajiban, yakni satu kali PP (pulang Pergi)," pungkas Jarwo.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved