Berita Surabaya

IISIA Minta Pemerintah Lakukan Pengurangan Impor Buat Tingkatkan Utilitas Produksi Baja Dalam Negeri

The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) mendorong pemerintah untuk melakukan pengurangan izin impor.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
sri handi lestari/surya.co.id
Dari kiri ke kanan: Direktur Industri Logam Dasar Kementerian Perindustrian Liliek Widodo bersama Chairman IISIA Silmy Karim, dan Presdir Kencana Group Henry Setiawan, di hari pertama pameran IISIA Business Forum (IBF) 2022 di Grand City Surabaya, Kamis (1/12/2022). 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) mendorong pemerintah untuk melakukan pengurangan izin impor.

Hal itu untuk untuk mendukung peningkatan utilitas produksi baja di dalam negeri.

Hal itu diungkapkan Silmy Karim, Chairman IISIA saat pembukaan pameran IISIA Business Forum (IBF) 2022 di Grand City Surabaya, Kamis (1/12/2022).

"Saat ini rata-rata utilitas produk baja ringan di Indonesia sekitar 50 persen. Agar bisa naik menjadi 80 persen diperlukan peran pemerintah mengenai pembatasan importir," kata Silmy, didampingi Direktur Industri Logam Dasar Kementerian Perindustrian Liliek Widodo.

Dengan pengurangan izin import, selain meningkatkan utilitas produksi baja dalam negeri, juga berdampak pada baja produk dalam negeri yang menjadi tuan rumah di negara sendiri.

"Banyak negara sudah melakukan proteksi terkait hal tersebut, kenapa kita (Indonesia) tidak," tambah Silmy.

Selain itu, pengurangan izin impor ini juga akan membantu konsumen menekan angka kecurangan para importir yang kerap terjadi.

"Untuk kualitas tentu kami tidak ada masalah, karena produk sudah ekspor ke Amerika dan Eropa. Tapi, yang menjadi masalah adalah perilaku curang yang dilakukan oleh importir, terkadang produk tidak sesuai dengan SNI," jelas Silmy.

Sementara itu, terkait dengan perhelatan IISIA Business Forum (IBF) 2022, Silmy menyebutkan, event ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai target pemerintah, bahwa pembangunan industri baja menuju 100 juta ton merupakan keniscayaan, agar mampu membangun kemandirian industri nasional.

"IBF 2022 ini merupakan sarana menjembatani terwujudnya hal tersebut. Sebagai ajang industri besi dan baja terbesar di Indonesia pada 2022," terang Silmy.

Diikuti oleh 91 perusahaan-perusahaan, serta profesional dan institusi pendidikan yang menekuni bidang industri besi baja, manufaktur, konstruksi maupun infrastruktur.

Direktur Industri Logam Dasar Kementerian Perindustrian Liliek Widodo, menambahkan, pihaknya menyambut baik dan mendukung diselenggarakannya IBF 2022 yang mempertemukan seluruh stakeholder industri baja nasional.

"Kami juga berharap agar IBF 2022 menjadi tonggak sinergi untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri serta pengembangan industri nasional dalam mendukung kemandirian industri dan perekonomian nasional,” kata Liliek.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved