Berita Blitar

Piala Dunia Membawa Korban, Jasad Warga Blitar Berdarah-Darah di Jalan; Polisi Ungkap Penyebabnya

"Namun saat berpamitan pulang sebentar untuk mengambil gerobak Arco, ia tak segera balik. Padahal rumahnya cukup dekat," ujarnya.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Polisi memeriksa TKP, di mana seorang warga ditemukan meninggal saat menonton siaran langsung Piala Dunia di Dusun Maguan, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Selasa (29/11/2022) dini hari. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Turnamen sepakbola dunia empat tahunan, Piala Dunia memang menjadi daya tarik semua orang di penjuru dunia, meski hanya menonton lewat layar televisi. Dan Piala Dunia edisi 2022 di Qatar itu, membawa korban seorang warga Kabupaten Blitar yang ditemukan sudah tewas di pinggir jalan dengan kondisi berdarah-darah di kepala, Selasa (29/11/2022) dini hari lalu.

Korban diketahui bernama Rofik (30), warga Dusun Maguan, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, yang diketahui sebelumnya sedang menonton siaran langsung Piala Dunia di rumah tetangganya, Saelan (66).

Penemuan jasad Rofik itu mengagetkan warga, apalagi ditemukan banyak luka lebam serius. Padahal , penemuan korban hanya selang beberapa menit setelah pamit pulang sebentar sebelum kembali ke rumah tetangganya untuk nobar (nonton bareng).

Dugaan yang bukan-bukan atas penyebab kematian korban yang cepat setelah berpamitan kepada tetangganya, mulai menyebar. Dan yang mencurigakan, saat mengalami kejadian nahas itu korban tidak mengendarai sepeda motor melainkan berjalan kaki.

Namun luka yang dialaminya cukup parah, terutama di bagian kepalanya yang terus mengeluarkan darah. Namun kecurigaan atas kematian korban yang dianggap tak wajar itu, terbantahkan rekaman CCTV.

Dalam rekamannya itu, korban diduga menjadi korban tabrak lari. "Benar, diduga tabrak lari. Sehingga kasusnya kini ditangani bagian lalu lintas," ujar AKP Tika Pusvita Sari, Kasatreskrim Polres Blitar.

Meski petugas sudah memegang rekamannya dan mempelajarinya, namun sepertinya tidak mudah menguak siapa pelakunya. Sebab hingga Rabu (30/11/2022) siang, pelakunya belum ditemukan.

Memang wajah pelaku tak terlihat jelas namun bisa dikenali dari ciri lainnya. Misalnya dari nopol sepeda motor yang dikendarainya. Bahkan informasinya, pelakunya bukan orang jauh karena sepeda motor yang dikendarainya bernopol lokal (Kabupaten Blitar sendiri). "Itu teknis penyelidikan, semoga dalam waktu secepatnya bisa diketahui," ungkapnya.

Kejadian bermula dari korban berencana nobar Piala Dunia di rumah Saelan, warga setempat. Mulai sore atau sebelum kejadian yang menimpanya itu, korban sudah nobar di sana. Namun rencananya, ia masih akan melanjutkan nobar sampai pertandingan dini hari.

Kemudian korban berpamitan pulang sebentar untuk mengambil gerobak Arco. Sebab esoknya ia akan memanen biji genitri milik Saelan. Kebetulan di desa korban, banyak orang yang menanam pohon Genitri karena bijinya laku keras.

Tanpa perlu dipasarkan, biji Genitri sudah laku keras karena sudah ada pengepul yang selalu membelinya. Selain dipakai kerajinan, seperti tasbih, gelang, biji Genitri juga diekspor sehingga banyak ditanam di tegalan warga.

"Namun saat berpamitan pulang sebentar untuk mengambil gerobak Arco, ia tak segera balik. Padahal rumahnya cukup dekat," ujarnya.

Karena korban lama tidak muncul, Saelan malah curiga terjadi apa-apa, sehingga ia menyusulnya. Belum sampai di rumah korban namun baru di tengah Jalan, Saelan kaget bukan main. Sebab, ia melihat tubuh korban tergeletak di tepi jalan raya Malang-Blitar, yang lewat jalur Kecamatan Ngantang (Kabupaten Malang), tembus ke Kecamatan Wlingi.

Saelan menemukan korban sekitar pukul 03.00 WIB atau hanya beberapa menit setelah berpamitan pulang sebentar dengan jalan kaki untuk mengambil gerobak Arco di rumahnya. "Jasadnya ditemukan di sebelah Selatan SPBU Soso. Melihat posisinya korban sepertinya mengalami kejadian itu saat perjalanan pulang (jalan kaki itu)," ujarnya.

Akhirnya, dini hari itu langsung gempar karena warga langsung berdatangan meski semula kondisi kampung itu sunyi senyap. Melihat kondisi mayatnya, yang tergeletak di tepi jalan dan bukan sedang mengendarai sepeda motor sempat ada yang curiga kalau korban itu bukan tertabrak kendaraan bermotor melainkan ada sebab lain.

Namun, begitu dilihat rekaman CCTV milik warga, korban diduga ditabrak dari arah berlawanan. "Si pengendara sepeda motor Matic itu melaju ke arah Kecamatan Wlingi, namun belum diketahui apakah dari arah Ngantang (Malang) atau tidak," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved