Berita Mojokerto

Dilintasi Hujan Berangin Kencang, Puluhan Atap Rumah di Mojokerto Rusak Berantakan

berdasarkan update dari BMKG masih berpotensi hujan intensitas tinggi disertai angin dan petir di wilayah kecamatan Jetis.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Atap rumah warga rusak diterjang angin kencang di Desa Canggu dan Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/11/2022). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Hujan deras yang terbawa angin kencang tidak hanya melanda wilayah Gresik, tetapi juga melintas di Kabupaten Mojokerto dan membawa kerusakan massal, Rabu (30/11/2022). Sejumlah bangunan rumah warga rusak diterjang angin kencang di wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (30/11/2022).

Hujan deras disertai angin kencang dan petir sore itu merusak atap rumah warga di dua desa, yakni Desa Canggu dan Desa Penompo, Kecamatan Jetis. "Angin kencang di wilayah Jetis berdampak beberapa rumah warga mengalami rusak ringan dan sedang," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Djoko Supangkat, Rabu (30/11).

Djoko mengatakan. dampak angin kencang merusak kanopi rumah warga rusak ringan dan satu rumah rusak sedang di Dusun Tanjung, Desa Canggu. Lalu, puluhan rumah rusak ringan dan tiga rusak sedang di Dusun Sukorame, Desa Penompo. "Rumah rusak ringan berjumlah 19 unit dan tiga rusak sedang di RT28/RW 08 Dusun Sukorame, Desa penompo," jelasnya.

Masih kata Djoko, penanganan dampak angin kencang untuk rumah rusak dilakukan perbaikan secara mandiri. "Rumah rusak penanganan sementara diberikan bantuan terpal untuk menutup bagian atap yang rusak," ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar waspada potensi cuaca ekstrem yang memicu bencana alam di Mojokerto. Apalagi, berdasarkan update dari BMKG masih berpotensi hujan intensitas tinggi disertai angin dan petir di wilayah kecamatan Jetis.

"Kita imbau warga agar lebih waspada terutama saat hujan dan harus berhati-hati saat di jalan, antisipasi bencana seperti pohon tumbang, banjir dan tanah longsor terutama di wilayah pegunungan," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved