Berita Lamongan

Ratusan Pendekar dari 2 Perguruan Silat di Lamongan Bentrok, Gara-gara Saling Ledek Usai Latihan

Akibat saling ledek, dua kelompok pendekar dari 2 perguruan silat di Lamongan terlibat bentrok, Selasa (29/11/2022) dini hari.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Manshuri
Para pendekar yang terlibat bentrok di Lamongan, saat akan diantarkan pulang ke rumah masing-masing dengan menggunakan truk Dalmas, Selasa (29/11/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Akibat saling ledek, dua kelompok pendekar dari 2 perguruan silat di Lamongan terlibat bentrok, Selasa (29/11/2022) dini hari.

Bentrokan yang terjadi pada pukul 01.00 WIB, di jalan Desa Sri Rande, Kecamatan Deket itu mengakibatkan 3 orang pendekar mengalami luka-luka dan harus dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan.

Ketika korban tersebut diantaranya, JR (22) asal Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Ia mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan jari tangan sebelah kiri.

Korban kedua, ME (27) asal Pandanpancur Kecamatan Deket, Lamongan. ME mengalami luka robek di bagian kepala samping dan luka lecet di punggung, dan korban AN (30) asal Pandanpancur Kecamatan Deket, mengalami luka robek bagian kepala belakang.

Meski bentrok antar dua perguruan silat ini melibatkan sekitar 500 pendekar, namun berhasil dikendalikan oleh personel Polres Lamongan, sehingga tidak sampai meluas.

Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, Wakapolres Kompol Akay Fahli dan anggota polres langsung ke lokasi untuk menghalau bentrokan massa dua perguruan silat itu.

Bentrokan ini bermula saat anggota perguruan silat sebanyak 10 orang dari Ranting Deket menggelar latihan di halaman SD Srirande Kecamatan Deket.

Sekitar pukul 24.00 WIB, sekelompok pendekar dari perguruan silat yang berbeda mengendarai 15 sepeda motor melintas depan SD Srirande. 

Mereka itu secara kebetulan juga habis melaksanakan latihan di Desa Pandan Pancur.

Entah siapa yang memulai, saat para pendekar ini melintas, muncul saling ledek.

Kemudian satu kelompok pendekar meninggalkan SD Srirande. Bukannya pulang, tapi mereka mengajak kawan sesama perguruan untuk menyerang balik para pendekar yang sedang berlatih di Desa Srirande tersebut.

Pukul 01.00 WIB, sekitar 200 pendekar bala bantuan dari kelompok perguruan silat ini bergerak menuju SD Srirande untuk melurug balik pendekar berjumlah sekitar 300 orang yang sedang berlatih di pelataran SD.

Namun sebelum tiba di pelataran SD, para pendekar itu dihadang di jalan Desa Pandan Pancur, tepat depan balai desa oleh para pendekar yang berlatih.

Di depan balai Desa Pandan Pancur, terjadilah perkelahian serta saling lempar batu oleh kedua belah pihak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved