Berita Mojokerto

Cegah Banjir Luapan Kali Lamong di Dawarblandong Mojokerto, Tanggul Darurat Ditinggikan 3,8 M

Tanggul darurat ditinggikan mencapai 3,8 meter untuk mencegah banjir akibat luapan Kali Lamong di Dusun Balong Kabupaten Mojokerto

surya.co.id/mohammad romadoni
Kondisi tanggul darurat di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Tanggul darurat ditinggikan mencapai 3,8 meter untuk mencegah banjir akibat luapan Kali Lamong di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto

Progres peningkatan dan penguatan tanggul darurat yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto kini mencapai di atas 90 persen.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman menjelaskan penguatan tanggul darurat menggunakan anggaran P-APBD sudah hampir selesai pengerjaannya.

"Penguatan tanggul darurat ditinggikan 3,8 meter di Desa Banyulegi sudah hampir 100 persen selesai tinggal finishing (Penyelesaian) ya beberapa bagian dirapikan di atas-atasnya," jelasnya saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Pemicu Banjir di Desa Trowulan dan Modongan Kabupaten Mojokerto, Ada Penyempitan Sungai Irigasi

Ia mengungkapkan petugas masih berada di lokasi untuk memantau sekaligus menguji kekuatan tanggul ketika hujan deras.

"Kita kan menguji juga nanti kalau ada hujan deras itu bagaimana kondisinya tanggul alat kita juga masih di sana," ungkapnya.

Rencananya, tanggul darurat sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut akan ditinggikan dari tiga meter kini menjadi sekitar 3,8 meter sebagai upaya mengantisipasi banjir tahunan akibat luapan Kali Lamong saat musim hujan.

Tanggul darurat di Desa Banyulegi dibangun, pada Februari 2020 lalu telah terbukti ampuh selama dua tahun dapat mencegah banjir dari luapan sungai. Sedangkan, anggaran peninggian tanggul darurat di Desa Banyulegi dari P-APBD Tahun 2021.

"Anggarannya sekitar Rp.200 juta tinggi tanggul darurat sekarang 3,8 meter jadi tambah tinggi 50-80 sentimeter," ucap Rois.

Menurut dia, tanggul darurat yang dikerjakan melalui swakelola ini cukup kuat dapat menghalau luapan Kali Lamong sehingga tidak sampai meluber ke permukiman warga.

Baca juga: Hindari Kemacetan Imbas Pengecoran Jalan Nasional di Trowulan Mojokerto, Kendarran Diimbau Lewat Tol

"Kita sudah sesuaikan dengan kejadian banjir selama ini di Banyulegi kita beri rentang tinggi sekitar 50 sentimeter untuk menghalau luapan sungai, kemarin hujan deras alhamdulillah tidak sampai meluber," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, DPUPR Kabupaten Mojokerto meninggikan tanggul darurat di daerah langganan banjir tahunan di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, pada Rabu (5/10/2022) lalu.

Luberan Kali Lamong sempat memicu banjir pada awal Tahun 2022 yang disebabkan curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan luberan air sungai melewati tanggul setinggi 30 sentimeter hingga membanjiri permukiman penduduk.

Ketinggian banjir saat itu kurang lebih setinggi pinggang orang dewasa sekitar lebih dari satu meter.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved