Berita Mojokerto

Pemicu Banjir di Desa Trowulan dan Modongan Kabupaten Mojokerto, Ada Penyempitan Sungai Irigasi

Ada dua lokasi yang saat ini menjadi prioritas penanggulangan banjir yakni di wilayah Desa Wonorejo, Trowulan dan Desa Modongan, Kecamatan Sooko.

surya.co.id/mohammad romadoni
Banjir luapan sungai irigasi merendam permukiman warga dan tiga titik jalan raya alternatif Jombang- Sumobito, tepatnya di Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto kini fokus penanganan pasca musibah banjir.

Ada dua lokasi yang saat ini menjadi prioritas penanggulangan banjir yakni di wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan dan Desa Modongan, Kecamatan Sooko.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman mengatakan hasil rapat bersama Bupati Mojokerto Ikfina untuk memprioritaskan penanggulangan banjir di Trowulan dan Kecamatan Sooko.

"Sesuai arahan penanggulangan banjir di Desa Wonorejo karena ada sekolah SMP 1 yang terdampak," jelasnya, Senin (28/11/2022).

Menurut dia, pemicu banjir dipicu curah hujan tinggi sehingga menyebabkan sungai meluber membanjiri kawasan permukiman dan fasilitas sekolah hingga puskesmas.

Pihaknya kini masih berkoordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur selaku yang berwenang di aliran irigasi tersebut.

"Kalau normalisasi di sana sudah kita lakukan akhir tahun kemarin sudah selesai termasuk di Modongan dan Tawangsari, Wonorejo Trowulan. Jadi punya Provinsi (PU SDA) saluran irigasi (Candi limo) dan saluran pembuangan irigasi," bebernya.

Banjir semakin parah lantaran adanya penyempitan di saluran irigasi Desa Wonorejo yang dinaungi PU SDA Jatim.

"Apa yang sudah kerjakan yaitu tadi termasuk normalisasi kita laporkan ke provinsi (PU SDA) nanti langkahnya apa, ya itu saluran itu ada penyempitan," ucap Rois.

Masih kata Rois, ada dua sungai di Desa Modongan yakni saluran irigasi Penewon dan Avour Modongan yang meluap saat curah hujan tinggi sehingga membanjiri sekolah SD, SMP, Puskesmas dan jalan raya Mojokerto-Sumobito Jombang.

"Semuanya kewenangan provinsi (PU SDA) juga dua sungai irigasi Panewon di sisi jalam dan Avour Modongan di depan sekolah," ungkapnya.

Menurut dia, saat ini masih ada kegiatan dari PU SDA Jatim normalisasi sungai irigasi yang baru dimulai pekan kemarin di Desa Sambiroto menuju Desa Modongan.

Ia menyebut banyak bangguan liar di tepi sungai saluran irigasi sehingga menyulitkan petugas saat membersihkan sungai menggunakan alat berat.

"Yang tahu PU SDA provinsi ada izinnya apa tidak bisa ditanyakan kesana tapi sepertinya sebagian besar ya enggak sih tapi kita tidak tahu," terangnya.

Ditambahkannya, penanggulangan banjir di Modongan telah dilakukan normalisasi di sungai Avour sedangkan aliran irigasi Penewon masih dalam proses pengerjaan oleh PU SDA.

"Kita sudah ambil peran normalisasi di Avour Modongan sebelah kiri itu nah sekarang PU SDA provinsi melakukan normalisasi yang sebelah kanan ini baru mulai pekan kemarin," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved