Berita Tulungagung

Gudang di Tulungagung Dibobol Karyawan Sendiri, Gandakan Kunci Untuk Curi 23 Karung Tepung Sagu

S diam-diam mengambil kunci gudang dan dibawa ke tukang kunci. Setelah dibuatkan duplikat atau digandakan, kunci yang asli dikembalikan

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
istimewa
Gudang tepung sagu CV Galaxy Modern Tulungagung yang telah dibobol oleh tersangka AS. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Unit Reskrim Polsek Ngantru menangkap AS (34), terduga pembobol gudang CV Galaxy Modern di Desa/Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (25/11/2022) lalu. Warga Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar ini membawa kabur 23 karung tepung sagu dari dalam gudang.

Kasus ini pertama kali diketahui karyawan yang membuka gudang pada Jumat pagi. "Saat itu tidak ada kerusakan di pintu gudang. Tetapi tumpukan karung tepung sagu telah berkurang 23," erang Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu M Anshori, Senin (28/11/2022).

Karyawan bernama Doni ini lalu melaporkan kejadian itu ke pemilik gudang. Pemilik gudang kemudian memeriksa rekaman kamera keamanan. Dalam rekaman itu terlihat pada pukul 03.07 WIB datang dua orang, di mana salah satunya membuka gembok gudang.

Tidak lama berselang mereka mematikan jaringan kamera keamanan di gudang ini. "Pemilik gudang melaporkan kejadian ini ke Polsek Ngantru. Petugas segera melakukan penyelidikan ke lokasi," sambung Anshori.

Polisi mengumpulkan semua petunjuk dari lokasi, termasuk rekaman kamera keamanan. Akhirnya masih di hari yang sama polisi berhasil mengungkap sosok yang masuk ke gudang CV Galaxy Modern. Pada pukul 15.00 WIB polisi menangkap AS, yang tidak lain juga karyawan CV Galaxy Modern sendiri.

Sementara tepung curiannya disembunyikan di sebuah tempat pencucian mobil di Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru. "Semua petunjuk mengarah ke AS. Sesuai bukti awal yang kami dapat, ia kami amankan tanpa perlawanan," tutur Anshori.

Sebelumnya beraksi, AS diam-diam mengambil kunci gudang dan dibawa ke tukang kunci. Setelah dibuatkan duplikat atau digandakan, kunci yang asli dikembalikan. Kunci duplikat itu yang dipakainya masuk dalam gudang tanpa membuat kerusakan. "Kami mengamankan dua kunci duplikat gerbang gudang dan pintu gudang dari AS," ungkap Anshori.

Ternyata AS sudah berhasil menjual sebagian tepung sagu hasil curiannya. Polisi menyita uang Rp 1,2 juta hasil penjualannya. Selain itu sebuah buku rekening dan kartu ATM BCA yang dipakai transaksi turut disita. "AS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Polsek Ngantru," tegas Anshori.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Ngantru menjeratnya dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Jika terbukti bersalah di pengadilan, AS terancam hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved