Berita Surabaya

Tim Anti Bandit Polsek Rungkut Bongkar Sepak Terjang Pembobol Kos Karyawan di Surabaya

Aksi kejahatan yang dilakukan TR, terbilang sama, yakni kasus kejahatan jalanan dan pencurian dengan pemberatan

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Fatkhul Alami
Dokumentasi Polsek Rungkut
TR, pelaku pembobolan kosan, Jalan Rungkut Kidul Gang 1 Hj Supi'ah, Rungkut Kidul, Rungkut, Surabaya, saat ditangkap Tim Antibandit Polsek Rungkut Polrestabes Surabaya, Sabtu (26/11/2022) dini hari 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - TR (49,) tersangka pembobolan kosan karyawan pabrik di Jalan Rungkut Kidul Gang 1, Hj Supi'ah, Rungkut Kidul, Surabaya yang ditangkap anggota Polsek Rungkut Polrestabes Surabaya, merupakan residivis.

Tak main-main, kasus kejahatan yang dilakukannya kali ini merupakan kasus kelima. Sebelumnya, pria bertato pada sekujur tubuhnya itu, pernah ditangkap sebanyak empat kali oleh anggota polsek jajaran Polrestabes Surabaya.

Aksi kejahatan yang dilakukan TR, terbilang sama, yakni kasus kejahatan jalanan dan pencurian dengan pemberatan.

Kapolsek Rungkut Polrestabes Surabaya, Kompol Bambang Prakoso mengatakan, tersangka TR pernah ditangkap anggota Polsek Rungkut dua kali, pada beberapa tahun lalu, sebelum Pandemi Covid-19.

Meskipun, sudah menjalani masa hukuman, TR kembali berulah hingga ditangkap anggota Polsek Lakarsantri.

Kemudian, pada kasus terakhir yang menjeratnya, TR juga sempat beraksi melakukan pencurian dan berhasil ditangkap Anggota Polsek Jambangan.

"Rata-rata divonis hampir 1 tahunan. Dan sudah yang ke-5 kali ini ditangkap dan diproses. Di Polsek Rungkut sudah 2 kali sebelumnya, Polsek Lakarsantri 1 kali dan Polsek Jambangan 1 kali," ujar Bambang Prakoso, Minggu (27/11/2022).

TR ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan hanya lima hari, Sabtu (26/11/2022), sejak kasus pembobolan tersebut dilaporkan pertama kali oleh korban, Selasa (22/11/2022).

Bambang menerangkan, pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah kosan kawasan Jalan Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku mengaku sudah menghabiskan semua uang hasil pencurian yang diperolehnya dari lokasi tersebut.

Ponsel korban, merek Redmi POCO M3, telah dijual seharga Rp1,1 juta kepada seorang rekannya yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berinisial ST.

Kemudian, uang tunai Rp 500 ribu dalam dompet korban, juga telah dihabiskan oleh pelaku untuk kebutuhan hidup.

"Uang hasil penjualan HP tersebut telah habis dipakai oleh tersangka untuk keperluan sehari-hari," ungkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved