Berita Surabaya

Dukung Potensi Nasabah, PNM Surabaya Gelar Pelatihan Olahan Kerupuk Ikan

Pelatihan pembuatan kerupuk yang digelar PNM Surabaya untuk para nasabah perempuan pra sejahtera agar bisa naik kelas usahanya.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
PNM Surabaya
Pelatihan pembuatan kerupuk yang digelar PNM Surabaya untuk para nasabah perempuan pra sejahtera agar bisa naik kelas usahanya. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Permodalan Madani (PNM) sebagai lembaga pemberdayaan memiliki tanggung jawab kepada nasabah dengan memberikan modal dan pendampingan usaha.

Pemimpin PNM Surabaya, Irfan Ardianto, mengatakan salah satu kegiatan yang sedang mereka lakukan adalah dengan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

"Yaitu pembentukan klasterisasi dengan tema 'Klasterisasi Olahan Kerupuk Ikan'," kata Irfan, Minggu (27/11/2022).

Kegiatan terkait hal tersebut, telah dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Kedung Cowek, Jl. Nambangan No. 1, Surabaya, Sabtu (26/11/2022).

Dengan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan nasabah perempuan pra sejahtera.

"Dalam kegiatan itu, kami menjaga dan meningkatkan loyalitas nasabah dan bisa memberikan kebanggaan menjadi nasabah PNM dengan memberikan ilmu secara gratis kepada nasabahnya melalui pelatihan olahan ikan dan strategi pemasarannya di media social," jelas Irfan.

Dengan diversifikasi usaha di bidang olahan kerupuk ikan, diharapkan bisa berimbas kepada meningkatnya kesejahteraan keluarganya.

"Juga  dapat meningkatkan kualitas produksi usahanya dan  pemasarannya setelah mengikuti pelatihan ini," jelasnya.

PNM melalui program PKU, memberikan pelatihan yang bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang tujuannya mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi nasabahnya.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat memberikan manfaat langsung kepada nasabah atau pelaku usaha UMKM di sini, saya percaya dan makin yakin dengan usaha yang ibu-ibu sedang jalani mampu menghidupi keluarganya," beber Irfan.

Pada kesempatan ini, nasabah diajak membuat kerupuk ikan dan olahan kerupuk ikan, bahkan nasabah diajarkan bagaiman cara menghitung biaya produksi dengan baik dan benar, agar nantinya pelaku UMKM yang melakukan bisnis dapat menghitung dengan baik berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk produksi dan berapa yang akan ia dapat sebagai keuntungan.

Tidak sampai disitu, sesuai dengan kemajuan teknologi sekarang, nasabah PNM diajak untuk melek teknologi dengan cara berjualan di media sosial.

Fahmi Tibyan sebagai narasumber menjelaskan, banyak sekali manfaat yang didapat melalui penjualan secara online, di antaranya barang dagangnya dapat dikenal masyarakat luas dan menambah jejaring antar pelaku usaha.

Sebagai informasi, hingga 24 November 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 153,60 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13,15 juta nasabah.

Saat ini PNM memiliki 3.509 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan.

Selain Irfan, tampak hadir Drs Achmad Miqdad  Kasi Kesra & Perekonomian Kec Bulak, Fadlan Ali Rosyidin, praktisi kuliner dari Alfitrah Kuliner, dan Fahmi Tibyan, Konsultan Bisnis UMKM.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved