Berita Lumajang

Ajari Siswa Mitigasi Bencana, BPBD Gelar Simulasi Bencana di SMPN 4 Lumajang

siswa SMPN 4 Lumajang diajarkan cara bertindak cepat menghadapi situasi bencana saat libur sekolah sebagai mitigasi bencana.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
tony hermawan/surya.co.id
Siswa SMPN 4 Lumajang melakukan simulasi bencana dengan BPBD Lumajang. Para siswa diajarkan cara bertindak cepat saat bencana terjadi. 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Kabupaten Lumajang termasuk daerah yang rawan terjadi bencana.

Oleh karena itu, beberapa waktu lalu Pemkab Lumajang melakukan mitigasi bencana, mulai menyiapkan personel, penambahan tim gabungan hingga pemeriksaan alat.

Akan tetapi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan hal yang penting.

Hal itu tidak hanya berlaku bagi tim gabungan saja, melainkan juga masyarakat umum, salah satunya anak-anak.

Oleh karena itu, para siswa SMPN 4 Lumajang diajarkan cara bertindak cepat menghadapi situasi bencana saat libur sekolah.

Simulasi itu dipraktikkan mulanya para siswa berada di dalam ruangan kelas.

Selanjutnya, mereka diajarkan cara menyelamatkan diri.

Pertama dengan melindungi kepala, kemudian berlindung di kolong meja, menghindari kaca dan bangunan tinggi, hingga berlari ke arah tanah lapang.

Tidak hanya itu, siswa juga dibekali pemahaman penanganan medis darurat pasca bencana, terutama bagi siswa yang tergabung dalam Pramuka memberikan pertolongan pertama, menandu ke tempat aman hingga melakukan perawatan.

Supervisor Pusdalops BPBD Lumajang Kustari Sumardi mengatakan ada tiga pilar yang harus diperhatikan, yakni mitigasi bencana, satuan pendidikan aman bencana, dan manajemen bencana.

Hal itu tidak hanya melibatkan perorangan, tetapi juga seluruh warga sekolah.

“Misi mitigasi bencana harus tetep ada. Karena banyak ancaman yang terjadi dalam hitungan detik, misalnya gempa bumi. Sehingga saat terjadi gempa, mereka bisa tahu cara menyelamatkan diri,” katanya.

Kustari menjelaskan, gempa bumi biasanya hanya terjadi dalam hitungan detik.

Namun, dampak yang ditimbulkan cukup besar, seperti gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu.

Pihaknya berharap simulasi tersebut dapat memberikan penguatan wawasan bagi siswa, sehingga jika terjadi gempa korban dapat minimalisir.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved