Berita Surabaya

Survei Tunjukkan Animo Partisipasi Masyarakat Tinggi untuk Pemilu 2024, Tapi Belum Tentukan Pilihan

Animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024 menunjukkan angka yang signifikan. Kondisi ini menjadi peluang dan tantangan partai politik

surya.co.id/bobby constantine koloway
Ilustrasi: Suasana rekapitulasi di tempat pemungutan suara (TPS) pada pilkada Surabaya, 9 Desember tahun lalu.  

SURYAMALANG.COM|SURABAYA - Animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024 menunjukkan angka yang signifikan.

Kondisi ini menjadi peluang dan tantangan partai politik, apalagi rata-rata pemilih belum memutuskan pilihannya, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan.

Fakta ini terekam dalam Survei Nasional Kawula17 Q3 2022 periode 7 Oktober – 26 Oktober 2022 kepada 560 masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai pulau dan berusia 16 – 44 tahun.

Survei ini dilakukan melalui CASI (survei online) dan menggunakan metode sampling multistage quota dan memiliki margin of error sebesar 4 persen. 

Untuk diketahui, Kawula17 merupakan Voting Advice Application (VAA), sebuah aplikasi yang membantu para pemilih untuk memahami preferensi politiknya berdasarkan pada isu-isu 
sosial dan politik yang relevan dengan situasi terkini.

"Sebanyak 91 persen menyatakan akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Meski demikian, 3 dari 5 orang masih belum memutuskan pilihannya, utamanya mereka yang tinggal di daerah pedesaan," kata Patricia Grace yang merupakan peneliti di BOI Research dan Kawula17, dalam keterangannya, Sabtu (26/11/2022). 

Survei ini memang juga mengukur tingkat awareness atau pengetahuan akan partai politik, terutama mereka yang ada di kursi DPR-RI.

Di antara hasilnya, mereka yang berusia lebih tua yakni rentang 35-44 tahun mengetahui lebih banyak partai politik dibandingkan generasi muda yang berusia kisaran 16-34 tahun. 

Perbandingannya, yang mengetahui partai politik di Senayan dari kalangan usia 16-24 tahun sebesar 6,7 persen dan untuk usia 25-34 tahun 6,6 persen.

Sementara usia 35-44 tahun yang mengetahui sebesar 7,8 persen. Kondisi ini rupanya harus mendorong kalangan parpol untuk meningkatkan upaya. 

Hal senada juga terjadi dalam level awareness tokoh politik. Banyak calon pemilih muda yang belum mempertimbangkan tokoh manapun sebagai calon Presiden/Wakil Presiden.

Menurutnya, faktor yang mungkin berkontribusi terhadap fenomena ini yaitu sedikitnya jumlah tokoh politik yang diketahui calon pemilih muda. 

Di sisi lain diantara tokoh politik yang terekam dalam survei di bursa capres/cawapres itu adalah Menteri Pertahanan sekaligus Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang paling dikenal masyarakat berkisar diangka 97 persen.

Kemudian disusul mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan angka yang sama serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (95 persen). 

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved