Berita Pasuruan

Ribuan Perusahaan di Pasuruan Tidak Diketahui di Mana Membuang Sampah Industri

Direktur Pusaka meminta DLH Kabupaten Pasuruan proaktif memonitoring pembuangan dan pengolahan sampah dan limbah B3 perusahaan. 

surya.co.id/galih
ilustrasi pengangkutan sampah oleh DLH Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.CO.ID|PASURUAN - Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka), Lujeng Sudarto, meminta DLH Kabupaten Pasuruan proaktif memonitoring pembuangan dan pengolahan sampah dan limbah B3 perusahaan. 

“Karena, dari data yang kami miliki, lebih dari 1.000 perusahaan yang tidak diketahui kemana membuang sampahnya selama ini,” katanya saat dihubungi, Sabtu (26/11/2022) siang.

Sampah industri di Kabupaten Pasuruan yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya 66 perusahaan. Padahal, ada lebih dari 1.800 perusahaan skala kecil hingga besar di Pasuruan.

Menurut Lujeng, kerjasama perusahaan dengan pihak swasta atau masyarakat sekitar, lebih pada pengelolaan limbah yang memiliki nilai ekonomis dan bisa diamanfaatkan.

Padahal, kata Lujeng, sapaan akrabnya, perusahaan juga menghasilkan sampah domestik rumah tangga. Nah, itu yang dipertanyakan, lari kemana sampah - sampah yang tidak bisa dikelola itu. 

"Pihak swasta atau kelompok masyarakat juga berkewajiban mengangkut sampah domestik perusahaan bukan hanya menampung limbah avalan perusahaan yang bernilai ekonomis," terangnya. 

Ia mengingatkan, pembuangan sampah atau limbah B3 perusahaan, berpotensi dilakukan di ruang terbuka karena minimnya pengawasan dan pemantauan dari dinas terkait.

Lujeng meminta DLH Kabupaten Pasuruan harus bersikap tegas menindak perusahaan yang tidak ramah lingkungan dan melakukan tindak pidana lingkungan tersebut.

"Pengelolaan limbah B3 oleh pihak swasta atau kelompok masyarakat yang tidak memenuhi standar keamanan, berpotensi terjadinya pelanggaran tindak pidana lingkungan,” jelasnya

Menurutnya, kerjasama dengan kelompok masyarakat ini tidak serta menggugurkan kewajiban perusahaan dalam pengelolaan limbah B3 sesuai standar yang ditetapkan," sambung dia. 

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto menjelaskan hanya sebagian kecil perusahaan di Kabupaten Pasuruan yang bekerjasama dalam pengelolaan sampah. 

Menurut Heru, perusahaan yang menyisakan sampah atau limbah B3, hanya memberikan laporan secara berkala, tapi tidak ada kejelasan pembuangan itu dilakukan dimana.

"Perusahaan yang memberikan laporan pengelolaan sampah atau limbah B3 secara rutin hanya sebagian kecil. Sisanya, kemana sampah perusahaan itu dibuang, kami tidak tahu,” paparnya.

Ia tidak menampik, perusahaan yang tidak bekerjasama atau melaporkan pengelolaan limbah B3, berpotensi membuang secara sembarangan di ruang terbuka. Potensinya pasti ada.

“Tapi kembali lagi, kami juga baru bisa diketahui jika pihaknya mendapatkan laporan masyarakat jika memang ada pelanggaran pembuangan sampah sembarangan,” pungkas dia. (lih)

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved